RSS

VITAMIN.STKIP PGRI PACITAN

VITAMIN

Vitamin adalah sekelompok zat, substansi atau senyawa penting yang membantu kelancaran jalannya seluruh proses metabolisme dalam tubuh.
Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal.
Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan
yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat
aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan
dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets).
Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat
tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui
sebagai zat esensial.

Secara umum, vitamin dibagi jadi 2 kelompok, yakni:
• Vitamin yang larut dalam lemak , berupa vitamin A, D, E, dan K.
• Vitamin yang larut dalam air , seperti kompleks vitamin B (vitamin B1 atau tiamin, vitamin B3 atau niasin, vitamin B12, asam folat, asam pantotenat, biotin), dan vitamin C.

Pada kenyataannya, sayuran dan buah-buahan hanya mengandung beberapa jenis vitamin, seperti vitamin C, E, K, dan beberapa macam vitamin B (seperti asam folat, biotin, dan lain-lain). Juga, sayuran dan buah-buahan merupakan fitokimia yang bersifat provitamin, seperti karotenoid (provitamin A). Bagaimana dengan vitamin A, B6, B12, dan D? Umumnya, vitamin tersebut berasal dari sumber hewani. Misalnya, hati, susu dan aneka jenis produk olahannya.

Mineral adalah sekelompok senyawa anorganik yang juga dibutuhkan tubuh untuk kelancaran seluruh proses metabolisme, selain vitamin.

Mineral yang diperlukan oleh tubuh dikelompokkan jadi 2, yaitu:
• Trace elements . Adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil (kurang dari 100 mg/hari), yakni zat besi, seng, tembaga, kobalt , yodium, kromium, mangan, molybdenum, selenium, vanadium, nikel, serta silikon.

Mineral tubuh dapat didapat dari bahan-bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Di antaranya, garam, makanan laut, serta susu dan produk olahannya.

Vitamin dan mineral diperlukan oleh tubuh agar seluruh proses metabolisme, termasuk juga proses tumbuh kembang bayi dan anak balita, dapat berjalan lancar. ( Lihat boks “Fungsi Vitamin dan Mineral dalam Tumbuh Kembang Anak”)

Ada juga. Vitamin bersama-sama dengan mineral berfungsi sebagai zat pengatur jalannya proses metabolisme. Di samping itu, kedua zat tersebut dapat memperlambat proses penuaan sel, menghambat tumbuhnya sel-sel kanker, menghambat munculnya penyakit jantung dan osteoporosis (pengeroposan tulang), memperbaiki sistem kekebalan tubuh, serta membantu penyembuhan berbagai gangguan kesehatan. Yang pasti, tanpa kehadiran vitamin dan mineral, akan banyak proses penyerapan zat gizi oleh tubuh yang terganggu

Fungsi Vitamin dan Mineral dalam Tumbuh Kembang Anak

Menurut George Robert Kim, M.D., F.A.A.P., Direktur Pelayanan Pasien di Department of Pediatrics pada The John Hopkins Medical Institutions , Amerika Serikat, inilah sejumlah vitamin dan mineral plus fungsinya masing-masing yang dapat membantu proses tumbuh kembang bayi dan balita:

Vit. A
Membantu perkembangan fungsi sistem penglihatan dan sistem imun (daya kekebalan tubuh).

Vit. B
Membantu metabolisme karbohidrat dan protein, serta perkembangan sel-sel darah dan sistem saraf.

Vit. C
Membentuk kolagen dan jaringan pengikat.

Vit. D
Membantu proses pembentukan tulang dan metabolisme kalsium.

Vit. E
Membangun efek antioksidan, serta pembentukan asam folat yang dibutuhkan dalam perkembangan sel-sel darah dan sistem saraf.

Vit. K
Membantu proses penggumpalan darah.

Kalsium
Membantu pertumbuhan tulang dan gigi, serta fungsi otot.

Zat besi
Membantu proses pembentukan sel-sel darah dan transfer energi.

Magnesium
Membantu fungsi otot dan saraf.

Seng
Membantu pembentukan sistem imun.
Sedang mineral yang tergolong mikronutrisi :
Besi, seng, mangan, tembaga, selenium, yodida, fluorida
Mineral ini berfungsi mengaktifkan enzim yang dibutuhkan untuk
Metabolisme
AKIBAT DARI KEKURANGAN VITAMIN

1. Vitamin A
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A yaitu Keratomalasia, kulit pucat, kering rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 yaitu kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 yaitu turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya
4. Vitamin B3
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 yaitu terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 yaitu otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
6. Vitamin B6
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 yaitu pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
7. Vitamin B12
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 yaitu kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C yaitu sisitem imun kurang, sariawan, kurangnya daya pikir, mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D yaitu gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E yaitu bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K yaitu darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya.

MAKANAN SUMBER VITAMIN

1. NABATI
SAYURAN & BUAH-BUAHAN
Contoh Vitamin yang terkandung dalam Sayuran dan Buah-buahan :
Vitamin : C, E, K dan beberapa Vitamin B (asam folat, biotin dll) serta
sebagian Vitamin A

2. HEWANI
Misalnya :hati, susu dan aneka jenis produk olahannya.
Banyak mengandung Vitamin A, B6, B12, dan D.

FUNGSI VITAMIN
• Vitamin diperlukan oleh tubuh agar seluruh proses metabolisme,
termasuk juga proses tumbuh kembang bayi dan anak balita, dapat
berjalan lancar
• Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur jalannya proses metabolisme.
• memperlambat proses penuaan sel,
• menghambat tumbuhnya sel-sel kanker,
• menghambat munculnya penyakit jantung dan osteoporosis
(pengeroposan tulang
• memperbaiki sistem kekebalan tubuh, serta
• membantu penyembuhan berbagai gangguan kesehatan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2011 in Uncategorized

 

BOLA BASKET

PERMAINAN BOLA BASKET

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan
Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 – 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :
1. Bola Basket

Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat – scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
3. Lapangan
3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
3.2. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.
3.3. Keranjang

Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.
TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET
1. Dribbling (Menggiring bola)

Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan sikapberhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau tangan kiri, seperti :
1. Dribble rendah
2. Dribble tinggi
3. Dribble lambat
4. Dribble cepat
2. Passing (Mengoper bola)
Macam-macam passing/operan dengan dua tangan :
1. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada
2. The over head pass : operan atas kepala
3. The bounce pass : operan pantulan
4. The under hand passa : operan ayunan bawah
Macam-macam operan dengan satu tangan :
1. The side arm pass/the base ball pass : operan samping
2. The lop pass : operan lambung
3. The back pass : operan gaetan
4. The jump hand pass : operan lompat
Lemparan tolakan dada dengan dua tangan
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter.
Lemparan samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
Lemparan di atas kepala dengan dua tangan
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.
Lemparan bawah dengan dua dua tangan
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
Lemparan kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas.
3. Shooting (Menembak bola ke ring)

Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1. Menghadap papan (facing shoot)
2. Membelakngi papan (back up shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari.
3. Menghadap papan dengan sikap berhenti :
a. tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
c. tembakan satu tangan (one hand set shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
4. Menghadap papan dengan sikap melompat
5. Menghadap papan dengan sikap lari
6. Membelakangi papan dengan sikap berhenti
7. Membelakangi papan dengan sikap melompat
Cara berputar (Pivot)
Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima bola).
a. pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. pivot kemudianpassing (melempar bola)
c. pivot kemudian shooting (menembakan bola)
Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.
Berikut dasar tehnik latihan Permainan Bola Basket Yang Benar untuk Anda, pecinta basket.
1. Memegang Bola
2. Menggiring Bola
3. Menembak Bola
4. Pivot
5. Variasi Selama 20 Menit

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 30, 2011 in Uncategorized

 

DOPING

Dewasa ini persaingan prestasi olahraga semakin ketat. Hal tersebut mendorong para pelatih untuk berlomba-lomba meningkatkan prestasi atletnya dengan berbagai cara, ada yang dengan memberikan latihan yang lebih keras, memanfaatkan kemajuan teknologi, atau bahkan dengan menempuh jalan yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan doping untuk meningkatkan prestasi atlitnya.

A. Pengertian Doping.
Doping berasal kata dope (berasal dari bahasa suku Kaffern di Afrika Selatan) yang berarti minuman keras berkonsentrasi tinggi dari campuran akar-akar tumbuhan yang dipakai masyarakat setempat sebagai perangsang (stimulan) pada acara-acara trance pada kultur setempat. Setelah itu, oleh orang-orang Inggris, dari trance di Afrika Selatan disebut dope. Kata doping dalam bahasa Inggris berarti zat campuran opium dan narkotika untuk perangsang. Kata doping pertama kali dipakai di Inggris tahun 1869 pada balapan kuda di Inggris, di mana kuda didoping. Para ahli memberikan definisi doping sebagai berikut :
1.Doping adalah pemberian obat/bahan secara oral/parental kepada seorang olahragawan dalam kompetisi, dengan tujuan utama untuk meningkatkan prestasi secara tidak wajar (Richard V.Ganslen
2.Doping adalah pemberian/penggunaan oleh peserta lomba, berupa bahan yang asing bagi organisme melalui jalan apa saja atau bahan fisiologi dalam jumlah yang abnormal atau diberikan melalui jalan yang abnormal, dengan tujuan meningkatkan prestasi (International Conggres of Sport Sciences; Olympiade Tokyo 1964).
3.Doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.
B. Sejarah Doping.
Doping sebenarnya sudah tumbuh bersama peradaban manusia. Sejak abad 500 SM, prajurit dari suku Indian Inca mampu menempuh jarak 1.750 km dari Cuzco sampai Quito selama lima hari karena selama perjalanan mengunyah daun koka (Erythroxylon coca).
Suku Tarahuma di Meksiko utara dilaporkan menggunakan peyote, sejenis kaktus, untuk meningkatkan kemampuan lari hingga 72 jam. Suku-suku di Afrika Barat selama berabad-abad juga menggunakan Cola accuminata dan Cola nitida dalam kompetisi lari atau long march.
Namun, dampak jangka panjangnya yang buruk bagi kesehatan, membuat koka (penghasil serbuk kokain) digolongkan sebagai obat perangsang atau doping. Selain golongan narkotika, seperti kokain dan ganja, ada zat lain yang tergolong doping, yaitu anabolik dan turunannya, beta blocker, hormon, bahan dengan aktivitas antiestrogenik, dan diuretik. Komisi medik FIFA juga melarang metode yang memperkaya transfer oksigen darah secara buatan, manipulasi kimia dan fisika, serta penggunaan gen.
Sayangnya, meski daftar doping baik substansi maupun metodenya terus bertambah panjang karena kemajuan teknologi, bahan-bahan yang termasuk doping juga semakin mudah diakses dengan alasan serupa. Lewat internet, orang bisa beli substansi apa saja, dalam jumlah berapa saja, dan tentu saja tanpa resep dokter.
Belum lagi transfer darah dengan mengambil darah pemain dan nantinya ditransfusikan kembali yang sulit dideteksi karena menggunakan bagian tubuh pemain itu sendiri. Transfer darah mempercepat peningkatan jumlah sel darah merah sehingga bisa mengantar oksigen lebih banyak ke otot sebagai sumber tenaga. Dengan kemajuan teknologi, sel darah merah juga sudah ada sintetisnya sehingga atlet tinggal menyuntikkan sel darah hasil rekayasa genetika ini menjelang pertandingan.
C. Alasan Penggunaan Doping.
Faktor yang menunjang pemakaian doping:
1.Aspek psikososial.
2.Faktor kepribadian.
3.Faktor lingkungan sosial indifidu.
– Nilai sosial kemenangan.
– Lingkungan masyarakat.
– Lingkungan pemain.
4.Kurangnya informasi tentang bahaya penggunaan doping.
5.Ketatnya persaingan.
6.Komersialisasi.
7.Propaganda.
8.Frustasi.
, sebab-sebab atlet melakukan doping juga dikarenakan oleh :
1) Atlet tidak mengerti/tidak mau mengerti akan bahaya dari
Doping.

2) Keinginan pribadi si atlit untuk menang dengan cara apapun.

3) Rangsangan hadiah apabila ia menang (segi komersiel).

4) Si atlet merasa yakin bahwa obat yang mereka minum
adalah baru dan tidak dapat dideteksi dalam air seninya.

Untuk mengurangi dan menghindari doping jalan yang dapat ditempuh untuk adalah dengan cara :
1) Penyebarluasan pengertian tentang efek buruk doping bagi
tubuh.

2) Memberikan sanksi-sanksi yang sangat berat bagi para pemakainya.D. Alasan Pelarangan Doping.
1.Alasan etis.
Penggunaan doping melanggar norma fairplay dan sportivitas yang merupakan jiwa olahraga.
2. Alasan medis.
Doping dapat membahayakan pemakainya.
E. Resiko Penggunaan Doping.
Bahaya doping antara lain:
1. Dikalangan atletik penggnaan doping untuk meningkatkan prestasi yang melampai batas kemampuan normal. Keadaan ini tidak wajar dan berbahaya, karena rasa letih merupakan peringtan dari tubuh bahwa seseorang tersebut telah sampai batas kemampuannya. Jika dipaksakan bisa menimbulkan “exhaustion” yang membahayakan kesehatan.
Overdose dapat berbahaya, dapat menimbulkan kekacauan pikiran, delirium, halusinasi, perilaku ganas, dan juga aritmia jantung yang dapat menimbulkan masalah serius. Untuk mengatasi gejala ini digunakan sedative misalnya diazepam.
2.Doping dengan suntikan darah akan menimbulkan reaksi alergi, meningkatnya sirkulasi darah di atas normal, dan mungkin gangguan ginjal. Golongan obat peptide hormonis dan analognya dapat berakibat si atlet menderita sakit kepala, perasaan selalu letih, depresi, pembesaran buah dada pada atlet pria, dan mudah tersinggung.
3.Efek bahaya suntikan eritropoetin berupa darah menjadi lebih pekat sehingga mudah menggumpal dan memungkinkan terjadinya stroke (pecahnya pembuluh darah di otak).
4.Penggunaan deuretika terlalu banyak dapat berakibat pengeluaran garam mineral yang berlebihan. Akibatnya timbul kejang otot, mual, sakit kepala, dan pingsan. Pemakaian yang terlalu sering mungkin akan menyebabkan gangguan ginjal dan jantung.
5.Penggunaan analgesic pada atlit perempuan berfungsi menghilangkan rasa sakit ketika haid. Tetapi, dampaknya jika salah memilih obat bisa mengakibatkan sulit bernapas. mual, kehilangan konsentrasi, dan mungkin menimbulkan adiksi atau kecanduan.
6.Salah satu jenis doping yang paling sering digunakan para atlet adalah obat-obatan anabolik, termasuk hormon androgenik steorid. Jenis hormon ini punya efek berbahaya, baik bagi atlet pria maupun atlet perempuan karena mengganggu keseimbangan hormon tubuh serta meningkatkan risiko terkena penyakit hati dan jantung. Khusus bagi atlet perempuan, pemakaian hormon ini akan menyebabkan tumbuhnya sifat pria, seperti berkumis, suara berat, dan serak. Lalu, timbul gangguan menstruasi, perubahan pola distribusi pertumbuhan rambut, mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan agresivitas. Bagi atlet remaja, itu akan mengakibatkan timbulnya jerawat. Yang terpenting, pertumbuhannya akan berhenti.
7.Beta-blockers membendung penyampaikan rangsangan ke jantung, paru-paru dan aliran darah, memperlambat rata-rata detak jantung. Itu dilarang dalam olahraga seperti panahan dan menyelam karena menghindarkan getaran. Efek merugikan yang terjadi antar alain mimpi buruk, susah tidur, kelelahan, depresi, gula darah rendah dan gagal jantung.
8.HGH Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia), somatotrophin. menyamai hormon pertumbuhan dalam darah yang dikendalikan oleh mekanisme kompleks yang merangsang pertumbuhan, membantu sintesa protein dan menghancurkan lemak. HGH disalahgunakan oleh saingan untuk merangsang otot dan pertumbuhan jaringan. Efek yang merugikan termasuk kelebihan kadar glukosa, akumulasi cairan, sakit jantung, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah dan cacat.
Posted in Kuliah | Tagged doping, obat, olahraga | Leave a Comment

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2011 in Uncategorized

 

MOTORIK

KATA PENGANTAR

Usia dini adalah usia 0-8 tahun yang merupakan usia pada masa keemasan seorang anak. Pada masa ini segala potensi pada usia ini harus dikembangkan secara menyeluruh dari segi kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan fisik motorik. Sehubungan dengan potensinya dalam perkembangan fisik motorik, anak usia dini memiliki energi yang tinggi. Energi ini dibutuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan yang diperlukan dalam meningkatkan keterampilan fisik, baik yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan motorik kasar maupun motorik halus. Kegiatan fisik dan pelepasan energi dalam jumlah besar merupakan karakteristik aktivitas anak pada masa ini. Hal itu disebabkan oleh energi yang dimiliki anak dalam jumlah yang besar tersebut memerlukan penyaluran melalui berbagai aktivitas fisik, baik kegiatan fisik yang berkaitan dengan gerakan motorik kasar maupun gerakan motorik halus.
Pada bahan ajar ini akan disajikan tentang pengertian perkembangan motorik, prinsip-prinsip perkembangan motorik, kategori fungsi keterampilan motorik, metode-metode mengajarkan keterampilan motorik AUD, evaluasi keterampilan motorik AUD, sarana dan prasarana yang dapat digunakan dalam keterampilan motorik AUD, dan pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat merancang kegiatan anak usia dini yang mengembangkan keterampilan motoriknya.
Materi yang dituangkan bahan ajar ini diharapkan dapat dijadikan dasar pegangan bagi pendidik, guru serta lingkungan terkait yang melibatkan peserta didik pada anak usia dini guna mengembangkan keterampilan motorik, sehingga anak dapat menyelesaikan tugas motoriknya dengan baik. Hal lain juga diharapkan anak dapat menampilkan tugas motorik yang diberikan dengan tingkat keberhasilan tertentu tidak hanya bagi anak tetapi juga untuk pendidik, guru dan orang tua nantinya.
Penulis

Diana
DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………………………………………………………………………… i
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………….. 1
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………… 2

BAB I : Hakikat Pengembangan Motorik Anak Usia Dini
A. Pengertian Motorik…………………………………………………………………… 3
B. Perkembangan Gerak Motorik……………………………………………………. 3
C. Kesadaran Motorik…………………………………………………………………… .4
BAB II : Prinsip-prinsip Pengembangan Motorik…………………………………………. 7
A. Prinsip-Prinsip Perkembangan Fisiologis AUD……………………………. 7
B. Tahapan Belajar Motorik ………………………………………………………….. 8
BAB III : Mempelajari Keterampilan Motorik Anak Usia Dini……………………… 10
A. Hal Penting Dalam Mempelajari Keterampilan Motorik……………….. 10
B. Cara Mempelajari Keterampilan Motorik……………………………………. 11
C. Kategori Fungsi Keterampilan Motorik AUD……………………………… 12
D. Peningkatan Keterampilan Motorik…………………………………………… 13
E. Bahaya Dalam Perkembangan Keterampilan Motorik……………………13
BAB IV : Evaluasi Pengembangan Keterampilan Motorik…………………………… 16
A. Pengertian dan Tujuan……………………………………………………………… 16
B. Prinsip-Prinsip Evaluasi…………………………………………………………… 16
C. Instrumen Evaluasi………………………………………………………………….. 18
BAB V : Sarana dan Prasarana Pengembangan Keterampilan Motorik AUD…. 19
A. Pengertian Sarana dan Prasarana………………………………………………. 19
B. Fungsi Sarana dan Prasarana……………………………………………………. 20
C. Syarat Sarana dan Prasarana……………………………………………………. 20
D. Jenis Alat………………………………………………………………………………. 21

BAB I
HAKIKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI

A. PENGERTIAN MOTORIK
Motorik berasal dari kata ”motor” yang merupakan suatu dasar biologis atau mekanika yang menyebabkan terjadinya suatu gerak (Gallahue). Dengan kata lain, gerak (movement) adalah kulminasi dari suatu tindakan yang didasari oleh proses gerak motorik.
Zulkifli (dalam buku Samsudin) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Ada tiga unsur dalam perkembangan motorik pada manusia, yaitu :
OTOT SARAF OTAK
Ketiga unsur di atas melaksanakan masing-masing perannya secara interaksi positif, artinya unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur lainnya untuk mencapai kondisi motorik yang lebih sempurna keadaannya. Anak yang otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil menggerak-gerakkan tubuhnya.
Berdasarkan tiga unsur diatas bentuk perilaku gerak yang dimunculkan terbagi menjadi dua bentuk yaitu : motorik kasar (melibatkan otot-otot besar, saraf dan otak) dan motorik halus (melibatkan otot-otot kecil, saraf dan otak)
B. PERKEMBANGAN GERAK MOTORIK
Motorik sebagai istilah umum untuk berbagai bentuk perilaku gerak manusia. Perkembangan merupakan istilah umum yang mengacu pada kemajuan dan kemunduran yang terjadi hingga akhir hayat. Jadi perkembangan meliputi semua aspek dari perilaku manusia, dan sebagai hasil hanya dapat dipisahkan ke periode usia.
Kemampuan gerak dasar pada perkembangan motorik antara lain :
1. Kemampuan gerak lokomotor
Kemampuan gerak lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke temapt yang lain atau mengangkat tubuh ke atas seperti, lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, meluncur, dan lari.
2. Kemampuan gerak non-lokomotor
Kemampuan non-lokomotor dilakukan di tempat, tanpa ada ruang yang memadai. Kemampuan non-lokomotor terdiri dari menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkat dan menurunkan, melipat dan memutar, mengocok, melingkar, melambungkan.
3. Kemampuan gerak manipulatif
Kemampuan manipulatif dikembangkan ketika anak tengah menguasai macam-macam objek. Kemampuan manipulatif lebih banyak melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh kita juga dapat digunakan.
Manipulasi objek jauh lebih unggul daripada koordinasi mata kaki dan mata tangan, yang mana koordinasi ini cukup penting untuk proses berjalan dalam ruang gerak. Bentuk-bentuk kemampuan manipulatif terdiri dari ; gerakan menerima (menangkap) objek adalah kemampuan penting yang dapat diajarkan dengan menggunakan bola.
C. Kesadaran Motorik
Saat bergerak anak harus menyadari keberadaan dirinya dengan kondisi lingkungan. Mereka harus memanfaatkan indera, mengontrol keseimbangan, mengenali ruang gerak, memahami bagian-bagian tubuh yang digerakkan. Untuk lebih rinci kesadaran gerak meliputi :
1. Pancaindra, merupakan alat yang digunakan untuk mengenali lingkungan disekeliling anak sehingga dengan indra tersebut anak dapat berinteraksi.
2. Keseimbangan adalah suatu keadaan di mana tenaga yang berlawanan mampu menjaga pusat berat badan.
3. Ruang adalah kemampuan memahami ruang eksternal sekitar anak seperti lingkaran, segitiga, segi empat, dan sebagainya.
4. Tubuh, artinya kemampuan untuk mengetahui dan memahami nama dan fungsi macam-macam bagian tubuh yang melekat pada diri anak usia dini seperti kaki, tangan, mata, telinga, dan sebagainya.
5. Waktu artinya kemampuan menduga waktu kedatangan didasarkan pada ciri-ciri kecepatan jalannya bola, berat dan jarak bola. Dengan kata lain, kemampuan individu mengantisipasi sesuatu benda yang datang kepadanya.
6. Arah artinya kemampuan memahami dan menerapkan konsep arah seperti atas, bawah, depan, belakang, dan sebagainya.

BAB II
PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN MOTORIK

A. Prinsip-Prinsip Perkembangan Fisiologis Anak Usia Dini
Prinsip utama perkembangan fisiologis anak usia dini adalah koordinasi gerakan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus. Pada awal perkembangannya, gerakkan motorik anak tidak terkoordinasi dengan baik. Seiring dengan kematangan dan pengalaman anak kemampuan motorik tersebut berkembang dari tidak terkoordinasi dengan baik menjadi terkoordinasi secara baik.
Prinsip utama perkembangan motorik adalah kematangan, urutan, motivasi, pengalaman dan latihan atau praktik (Malina & Bouchard, 1991 : 178)
1. Kematangan Syaraf
Pada waktu anak dilahirkan hanya memiliki otak seberat 25% dari berat otak orang dewasa (Papalia dan Olds,1985 : 95). Syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syaraf belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya dalam mengontrol gerakan motorik. sejalan dengan perkembangan fisik dan usia anak, syaraf-syaraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik mengalami proses neurological maturation (kematangan neurologis). Oleh sebab itu kematangan secara neurologis ini merupakan hal penting dan berpengaruh pada kemampuan anak dalam mengontrol gerakan motoriknya.
2. Urutan
Proses perkembangan fisiologis manusia berlangsung secara berurutan yang terdiri atas :
a. Urutan pertama disebut pembedaan yang mencakup perkembangan secara perlahan dari gerakan motorik kasar yang belum terarah dengan baik kepada gerakan yang lebih terarah sesuai dengan fungsi gerakan motorik kasar.
b. Urutan kedua adalah keterpaduan yaitu kemampuan dalam menggabungkan gerakan motorik yang saling berlawanan dalam koordinasi gerakan yang baik, seperti berlari dan berlari.
3. Motivasi
Kematangan motorik yang dicapai anak mengandung arti bahwa anak telah siap melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan aktivitas motorik. kematangan motorik ini memotivasi anak untuk melakukan aktivitas motorik dalam lingkup yang luas. Hal ini dapat dilihat dari :
a. Aktivitas fisiologis meningkat dengan tajam
b. Anak seakan-akan tidak mau berhenti melakukan aktivitas fisik, baik yang melibatkan motorik kasar maupun motorik halus.
Motivasi yang datang dari dalam diri anak tersebut perlu didukung dengan motivasi yang datang dari luar.
4. Pengalaman dan Latihan
Pada saat mencapai kematangan untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas fisik yang ditandai dengan kesiapan dan motivasi yang tinggi dan seiring dengan hal tersebut, orang tua dan guru perlu memberikan berbagai kesempatan dan pengalaman yang dapat meningkatkan keterampilan motorik anak secara optimal. Hal ini juga perlu didukung dengan berbagai fasilitas yang berguna bagi pengembangan keterampilan motorik kasar dan motorik halus.
Anak yang kurang mendapat kesempatan dalam mengembangkan keterampilan motorik pada waktu ia siap untuk melakukan kegiatan tersebut, pada tingkat perkembangan selanjutnya kurang tertarik dengan aktivitas jasmani.
B. Tahapan Belajar Motorik
Ada tiga tahapan belajar motorik yang dapat diterapkan pada anak usia dini :
1. Tahap Verbal Kognitif
Tahap ini merupakan tahap awal dalam belajar gerak, tahap ini disebut fase kognitif karena perkembangan yang menonjol terjadi pada diri anak adalah menjadi tahu tentang gerakan yang dipelajari; sedangkan penguasaan geraknya masih belum baik karena masih dalam taraf mencoba-coba. Pada tahap kognitif, proses belajar gerak diawali dengan aktif berfikir tentang gerakan yang dipelajari. Anak yang belajar gerak berusaha mengetahui dan memahami gerakan dari informasi yang diterima.
Informasi yang diterima anak bisa bersifat verbal atau visual. Informasi verbal adalah informasi yang berbentuk penjelasan dengan menggunakan kata-kata, sedangkan informasi visual adalah informasi yang dapat dilihat oleh anak. Informasi ini dapat berupa contoh gerakan atau gambar gerakan. Hal ini berarti informasi verbal dan visual sangat berperan pada tahap anak belajar motorik verbal kognitif.
2. Tahap Asosiatif
Pada tahap perkembangan anak usia dini sedang memasuki masa pemahaman dari gerak-gerak yang sedang dipelajarinya. Tahap ini disebut juga tahap menengah, dimana ditandai dengan tingkat penguasaan gerakan. Dimana anak sudah mampu melakukan gerakan-gerakan dalam bentuk rangkaian yang tidak tersendat-sendat pelaksanaannya.
Pada fase ini merangkaikan bagian-bagian gerakan menjadi rangkaian gerakan secara terpadu merupakan unsur penting untuk menguasai berbagai gerakan keterampilan. Setelah rangkaian-rangkaian gerakan bisa dilakukan dengan baik, maka anak segera bisa dikatakan memasuki belajar yang disebut tahap otomasi
3. Tahap Automasi
Pada tahap ini anak usia dini sudah dapat melakukan gerakan dengan benar dan baik. Pada tahap ini dapat dikatakan sebagai fase akhir dalam belajar gerak. Tahap ini ditandai dengan tingkat penguasaan gerakan dimana anak mampu melakukan gerakan keterampilan secara otomatis.

BAB III
MEMPELAJARI KETERAMPILAN MOTORIK ANAK USIA DINI

A. Hal Penting dalam Mempelajari Keterampilan Motorik
Keterampilan motorik tidak akan berkembang melalui kematangan saja, melainkan keterampilan itu harus dipelajari. Delapan hal penting dalam mempelajari keterampilan motorik, yaitu :
1. Kesiapan Belajar
Apabila pembelajaran itu dikaitkan dengan kesiapan belajar, maka keterampilan yang dipelajari dengan waktu dan usaha yang sama oleh orang yang sudah siap, akan lebih unggul dibandingkan oleh orang yang belum siap untuk belajar.
2. Kesempatan Belajar
Banyak anak yang tidak berkesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut hal yang demikian akan melukai anaknya.
3. Kesempatan berpraktek
Anak harus diberi kesempatan untuk berpraktek sebanyak yang diperlukan untuk menguasai suatu keterampilan. Meskipun demikian, kualitas praktek jauh lebih penting dibandingkan kuantitasnya.
4. Model yang baik
Meniru suatu model dalam keterampilan motorik harus dicontohkan dengan baik, karena berkaitan dengan gerak tubuh. Sehingga contoh model yang dilihat anak adalah model yang baik dan benar.
5. Bimbingan
Untuk dapat meniru suatu model dengan betul, anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan juga membantu anak membetulkan suatu kesalahan sebelum kesalahan tersebut terlanjur dipelajari dengan baik sehingga sulit dibetulkan kembali.
6. Motivasi
Motivasi belajar penting untuk mempertahankan minat dari ketertinggalan. Untuk mempelajari keterampilan, sumber motivasi umum adalah kepuasan pribadi yang diperoleh anak dari kegiatan tersebut, kemandirian, dan gengsi yang diperoleh dari kelompok sebayanya, serta kompensasi terhadap perasaan kurang mampu dalam bidang lain khususnya dalam tugas sekolahnya.
7. Setiap Keterampilan Motorik Harus Dipelajari Secara Individu
Tidak ada hal-hal yang sifatnya umum perihal keterampilan tangan dan keterampilan kaki. Melainkan, setiap jenis keterampilan mempunyai perbedaan tertentu, sehingga setiap keterampilan harus dipelajari secara individu.
8. Keterampilan Sebaiknya Dipelajari Satu Demi Satu
Mempelajari keterampilan motorik harus diberikan bertahap, tidak dengan secara bersamaan. Apabila anak mencoba mempelajari berbagai macam keterampilan motorik secara serempak, khususnya menggunakan kumpulan otot yang sama akan membingingkan anak dan akan menghasilkan keterampilan yang jelek serta merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Jika suatu keterampilan sudah dikuasai, maka keterampilan lain dapat dipelajari tanpa menimbulkan kebingungan.
B. Cara Mempelajari Keterampilan Motorik
1. Belajar Coba dan Ralat (Trial and Error)
Belajar suatu keterampilan motorik tidak dengan serta merta dapat dilakukan oleh anak. Mereka mencoba-coba gerakan yang ditirunya sampai anak merasa nyaman dan memberikan variasi pada gerakan-gerakan tersebut.
2. Meniru
Belajar dengan meniru atau mengamati suatu model akan lebih cepat dibandingkan dengan belajar coba dan ralat, tetapi dibatasi oleh kesalahan yang terdapat dalam model tersebut. Anak di usia dini lebih banyak belajar dari contoh atau praktek secara langsung yang dilakukan oleh orang dewasa disekitarnya.
3. Pelatihan
Belajar dengan bimbingan atau supervisi, pada waktu model memperlihatkan keterampilan dan memperhatikan bahwa anak menirunya dengan tepat sangat penting dalam tahap belajar awal. Gerakan yang salah dan kebiasaan jelek yang sudah tertanam akan sukar ditiadakan.

C. Kategori Fungsi Keterampilan Motorik Anak Usia Dini
1. Keterampilan Bantu Diri (Self-Help)
Untuk mencapai kemandiriannya, anak harus mempelajari keterampilan motorik yang memungkinkan mereka mampu melakukan segala sesuatu bagi diri mereka sendiri. Keterampilan tersebut meliputi keterampilan makan, berpakaian, merawat diri, dan mandi.
2. Keterampilan Bantu sosial (Social-Help)
Untuk menjadi anggota kelompok social yang diterima di dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar rumah/tetangga, anak harus menjadi anggota kooperatif. Untuk mendapatkan penerimaan kelompok tersebut diperlukan keterampilan tertentu seperti membuat atau membantu pekerjaan rumah atau sekolah.
3. Keterampilan Bermain
Untuk dapat menikmati kegiatan kelompok sebaya atau untuk dapat menghibur diri diluar kelompok sebaya, anak harus mempelajari keterampilan bermain yang dimiliki oleh teman sebayanya sehingga anak dapat diakui dan diterima oleh teman sebayanya dalam permainan.
4. Keterampilan Sekolah
Pada tahun permulaan sekolah, sebagian besar pekerjaan melibatkan keterampilan motorik. Semakin banyak dan semakin baik keterampilan yang dimiliki, semakin baik pula penyesuaian social yang dilakukan dan semakin baik prestasi akademis maupun dalam prestasi yang bukan akademis.
D. Peningkatan Keterampilan Motorik
1. Kecepatan
2. Akurasi
3. Kesiapan
4. Kekuatan

E. Bahaya Dalam Perkembangan Keterampilan Motorik
1. Keterlambatan Keterampilan Motorik
Perkembangan motorik yang terlambat berarti perkembangan motorik yang berada dibawah norma usia anak. Akibatnya pada usia tertentu anak tidak menguasai tugas perkembangan yang diharapkan oleh kelompok sosialnya. Banyak penyebab terlambatnya perkembangan motorik, sebagian dapat dikendalikan dan sebagian lagi tidak dapat dikendalikan. Hal ini dimungkinkan adanya kerusakan otak pada waktu lahir atau kondisi pralahir yang tidak menguntungkan atau lingkungan yang tidak kondusif pada permulaan pascalahir.
Akan tetapi, keterlambatan lebih sering disebabkan oleh kurangnya kesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik, perlindungan orang tua yang berlebihan, atau kurangnya motivasi anak untuk mempelajari keterampilan tersebut. Pengaruh perkembangan keterampilan motorik yang terlambat berbahaya bagi penyesuaian sosial dan pribadi anak yang baik. Ada dua alasan tentang bahaya tersebut ; pertama, hal ini dapat menimbulkan akibat tidak menguntungkan konsep diri anak. Akibatnya sering menimbulkan masalah perilaku dan emosi pada anak. Kedua, keterlambatan perkembangan keterampilan motorik berbahaya karena tidak menyediakan landasan bagi keterampilan motorik. apabila upaya mempelajari keterampilan motorik terlambat karena terlambatnya peletakan landasan bagi keterampilan tersebut, maka akan mengalami kerugian pada saat mereka mulasi bermain dengan teman kelompok sebayanya. Hal ini dikarenaka hubungan sosial awal teruta berlangsung dalam bentuk bermain.

2. Harapan Keterampilan Yang Tidak Realistis
Harapan yang tidak relistik adalah harapan yang lebih banyak didasarkan atas harapan dan keinginan dibandingkan dengan atas potensi anak sendiri. Pada perkembangan keterampilan motorik anak diharapkan dapat mengendalikan motorik dan mempelajari keterampilan tersebut sebelum mereka matang dan siap melakukannya. Sebagian harapan yang tidak realistis timbul dari orang tua, sebagian dari guru, dan sebagian lagi dari anak sendiri. Terlepas dari sumbernya, harapan yang demikian berbahaya bagi penyesuaian sosial dan pribadi anak yang baik.
Harapan yang tidak realistik itu, apakah tumbuh dari orang tua, guru, atau dari anak itu sendiri, secara psikologis merugikan anak. Ketidakmampuan berbuat sesuai dengan harapan, membuat anak merasa rendah diri dan tidak terampil. Perasaan ini dapat merongsong rasa percaya diri dan melemahkan motivasi untuk mempelajari keterampilan yang lain. Selain itu, jika anak dikritik dan ditegur mereka akan kecewa dan menentang. Ini menimbulkan akibat yang tidak menguntungkan bagi penyesuaian sosial anak, tidak hanya dengan mereka yang bertanggung jawab atas harapan yang tidak terlibit dalam situasi tersebut.
3. Kegagalan Mempelajari Keterampilan Yang Penting Bagi Penyesuaian Sosial Dan Pribadi Anak
Kegagalan mempelajari keterampilan motorik yang penting bagi anak atau bagi kelompok sebaya mereka, akan merugikan penyesuaian sosial dan pribadi anak. Sebagai contoh, karena anak memerlukan keterampilan bantu diri untuk dapat mandiri, maka anak yang tidak dapat mempelajari keterampilan tersebut pada pada waktu keinginan untuk mandiri semakin kuat. Dalam tahun kedua dan ketiga anak akan merasa rendah diri dan karena tidak dapat diterima sebagai anggota kelompok sebaya, anak akan menjadi pemberang jika mereka harus bergantung pada yang lain untuk mendapatkan bantuan.
Demikian juga halnya, apabila anak ingin diterima sebagai anggota kelompok sebaya, kegagalan mempelajari permainan dan keterampilan bantu diri yang sangat membantu bagi penerimaan sosial, akan menghasilkan penyesuaian sosial dan pribadi yang jelek. Hal ini dikarenakan anak tidak dapat melakukan apa yang dikerjakan oleh kelompok sebayanya mereka akan merasa rendah diri dan karena mereka tidak dapat diterima sebagai anggota kelompok sebaya, maka anak akan menjadi orang yang tidak terkendali.

BAB IV
EVALUASI PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK

A. Pengertian dan Tujuan Evaluasi
1. Pengertian
Menurut Gayle (1996) evaluasi adalah suatu cara menemukan bagaimana proses pembelajaran dapat memberikan tanda-tanda pencapaian kemampuan dan tahapan pada anak atau adakah proses pembelajaran lain yang dapat mempengaruhi terhadap anak. Jadi evaluasi inisangat diperlukan untuk mengukur sampai sejauhmana proses pembinaan atau pengembangan keterampilan motorik yang diberikan guru, orang tua, pembimbing atau pamong ini berdampak terhadap perubahan anak tersebut.
2. Tujuan
Evaluasi memiliki tujuan untuk memberi makna dari hasil yang telah diraih oleh anak, tetapi makna ini diberikan dalam bentuk kuantitatif (angka). Apabila angka yang muncul dalam penilaian akan berdampak psikologis yang dapat membuat anak tidak menyukai perlakuan yang diberikan oleh orang tuanya atau gurunya. Hal yang perlu diperlukan dalam melakukan evaluasi adalah proses dan hasil. Proses artinya kegiatan yang berhubungan dengan upaya interaksi anak dengan guru, orang tua atau lingkungannya. Sedangkan hasil adalah sesuatu yang dicapai setelah proses pembelajaran berakhir.
B. Prinsip-prinsip Evaluasi
Pelaksanaan evaluasi pada anak usia dini berbeda dengan evaluasi yang dilakukan untuk anak. Ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi anak usia dini, yaitu :
1. Menyeluruh, artinya tidak dilakukan secara terpisah dengan proses pembelajaran. Mengingat evaluasi tersebut lebih banyak menilai proses perilaku anak dan hasil perbuatan anak yang pada umumnya tidak dapat dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test).
2. Berkesinambungan, artinya harus dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus. Hal ini dilakukan agar informasi yang diperolah betul-betul-betul berasal dari gambaran perkembangan proses pembelajaran motorik pada anak usia dini.
3. Berorientasi pada tujuan, artinya dalam menetapkan indikator harus menggunakan acuan yang telah ditetapkan. Guru, orang tua, atau pembina dapat menilai hasil kegiatan anak melalui indikator yang terwujud dalam perilaku dan kemampuan tersebut.
4. Obyektif, artinya penilaian dilakukan sesuia dengan kriteria yang telah ditetapkan. Prasangka, keinginan, serta perasaan tertentu tidak bolah mempengaruhi penilaian yang dilakukan.
5. Mendidik, artinya penilaian dapat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada semua anak dalam meningkatkan hasil pertumbuhan dan perkembangannya.
6. Kebermaknaan, artinya hasil penilaian harus memiliki arti, baik bagi orang tua, guru, pembina, maupun anak itu sendiri atau pihak lain yang memerlukannya.
C. Instrumen Evaluasi
Evaluasi yang diberikan untuk anak usia dini bersifat sensitif, maka evaluator harus berhati-hati baik dalam menentukan instrumen evaluasi maupun interprestasinya. Instrumen evaluasi pengambangan keterampilan motorik anak usia dini harus dikembangkan atas dasar kemungkinan keterampilan gerak yang mesti dicapai anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, yaitu:
1. Pengamatan (observasi)
Pengamatan (observasi) digunakan untuk merekam proses dan hasil sari suatu aktivitas sehari-hari anak usia dini baik dirumah, tamn penitipan, kelompok bermain maupun taman kanak-kanak berdasarkan pengamatan langsung terhadap sikap dan perilakunya. Pengamtan ini dapat memberikan informasi yang sangat berharga dalam merencanakan suatu program dan pengamatan harus menjadi aspek perencanaan integral sebagai seorang pendidik.
2. Catatan Anekdot
Pencatatan anekdot atau ”anecdotal record” merupakan kumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi-situasi tertentu yang bersifat khusus. Pencatatan anekdot merupakan sumber informasi yang kaya karena :
a. dapat digunakan untuk menambah data dalam memberikan penilaian atau kebijakan yang dapat diambil berdasarkan catatan tentang peristiwa khusus yang terjadi secara periodik dialami oleh anak.
b. Dapat diketahui suatu penyakit yang dialami oleh anak dan membutuhkan penanganan khusus.
c. Dapat digunakan pendidik untuk menceritakan secara kronoligis peristiwa atau kejadia penting yang dialami oleh anak di sekolah.

BAB V
SARANA PRASARANA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK ANAK USIA DINI

A. Pengertian Sarana Prasarana
Sarana adalah perangkat alat dan bahan yang menunjang program kegiatan pengembangan pendidikan anak usia dini, sedangkan prasarana adalah tempat kegiatan pendidikan anak usia dini yang memenuhi syarat tertentu.
Sarana dan prasarana pengembangan keterampilan motorik adalah semua alat dan kelengkapan pengembangan yang digunakan anak usia dini untuk memenuhi naluri bermainnya dan dimanfaatkan pendidik dalam mendukung kebrhasilan penyelengaraan pengembangan keterampilan motorik pada anak usia dini. (Rachman, 1997)
Alat pengembangan keterampilan motorik merupak semua bentuk dan jenis benda/barang yang dapat digunakan untuk memperkaya perbendaharaan gerak (movement vocabulary) dalam proses pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. Sedangkan kelengkapan keterampilan motorik adalah semua unsur penunjang yang dibutuhkan agar proses pengembangan motorik anak usia dini dapat terselenggara dengan optimal seperti halaman sekolah, lapangan bermain, gedung, dan ruang atau bangsal.
Penyelenggaraan pengembangan keterampilan motorik kasar maupun halus memungkinkan kegiatannya menggunakan alat bantu permainan atau tanpa alat. Ketersediaan alat bantu pengembangan dapat diperoleh di pasar tempat penjualan alat mainan anak atau dibuat sendiri dengan memanfaatkan barang-barang disekitar sekolah atau rumah. Alat bantu pengembangan keterampilan motorik secara umum terdiri dari bagian yaitu alat yang digunakan pada kegiatan pengembangan di dalam ruang (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).

B. Fungsi Sarana Prasarana
Fungsi sarana dan prasarana pengembangan keterampilan motorik anak usia dini pada hakikatnya tercermin pada proses pengembangan keterampilan motorik itu sendiri yaitu :
1. Untuk memenuhi tuntutan hasrat bergerak anak, dunia anak adalah dunia bermain, memberi kesempatan bermain berarti membantu pertumbuhan dan perkembangan serta memenuhi tuntutan kejiwaan anak.
2. Untuk memperkaya gerak alamiah anak yaitu jalan, lari, lompat dan lempar yang perlu dimiliki oleh setiap anak usia dini.
3. Untuk dapat melatih kepekaan irama, keindahan dan keberadaan dari dalam ruang dan waktu.
C. Syarat Sarana Prasarana
Dalam menyediakan sarana dan prasarana pengembangan keterampilan motorik anak usia dini terdapat sejumlah syarat yang perlu menjadi pertimbangan yaitu :
1. Aman bagi anak, sebagian besar alat kegiatan pengembangan yang dibuat berasal dari pabrik yang dirancang sedemikian rupa agar aman, steril, dan tidak berbahaya bagi anak. Namun, tidak dipungkiri bahwa ada pula alat-alat bantu pengembangan keterampilan motorik yang memiliki sudut-sudut yang runcing, tajam, konstruksinya krang kuat, mudah rapuh, mudah pecah dan sebagainya. Untuk itu pendidik harus memperhatiakan dengan seksama alat permainan yang akan digunakan oleh anak dalam setiap kegiatannya.
2. Alat permainan harus disesuaikan dengan perkembangan mental dan fisik anak usia dini.
3. Ketersedian alat pengembangan setidaknya harus dengan jumlah yang cukup, agar anak dapat menggunakan secara optimal dan membuat seluruh anak terlibat secara aktif, tidak terlalu lama menunggu giliran untuk menggunakannya.
4. Kualitas rancangan alat bantu pengembangan yang bagus akan lebih menarik minat anak dalam bentuk dan warna. Biasanya anak lebih senang dengan alat bantu pengembangan dengan bentuk yang tidak rumit disertai warna terang.
5. Penggunaan alat pengembangan dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara, maksudnya dapat dimainkan dengan bermacam-macam tujuan, manfaat dan menjadi bermacam-macam bentuk.
6. Memenuhi tuntutan kesehatan, artinya bersih, bebas dari penyakit.
7. Mudah digunakan dan dibawa.
8. Tidak mudah rusak dan tahan lama.
9. Tidak menyita tempat penyimpanan.
10. Terletak dilingkungan yang bersih, strategis dan nyaman bagi anak.
11. Tata ruang dan dekorasi ruangan teratur dan menarik.
12. Sirkulasi udara baik.
13. Cukup cahaya.
14. Cukup tersedia air bersih.
D. Jenis Alat
Alat pengembangan keterampilan motorik anak usia dini dapat digolongkan dalam tiga jenis :
1. Baku dan tidak baku
Alat baku dalam semua alat kelengkapan yang digunakan untuk kegiatan pengembangan jasmani tertentu. Baik bentuk, bahan maupun ukuran sesuai standar yang telah ditentukan. Sedangkan alat tidak baku adalah semua alat yang menyerupai alat abaku seperti bola plastik, bola karet, bola kain.
2. Rakitan
Jenis alat rakitan, semua alat kelengkapan yang dirancang, dibuat dan dirakit sendiri oleh guru untuk keperluan proses pengembangan keterampilan motorik anak usia dini.
3. Buatan pabrik
Buatan pabrik untuk keperluan rumah tangga, keperluan sehari-hari atau lat kelengkapan perkantoran, alat kelengkapan ruangan termasuk jenis alat yang digunakan untuk proses pengembangan keterampilan motorik anak usia dini.
Dibawah ini adalah contoh-contoh alat bantu pengembangan keterampilan motorik anak usia dini.

Alat Bantu Pengembangan Aspek Pengembangan Kompetensi yang Diharapkan
Segala alat diluar (outdoor); ayunan, pararel bar, bangku swedia, simpai, matras, boks, tangga, bak pasir, balok, tali tambang besar, ragam ukuran bola, balon, alat musik, tape recorder, kaset-kaset lagu, peluncuran, tangga majemuk, jembatan, panjatan besi, ring basket mini, jungkat jungkit, sepeda dll. Motorik kasar Tubuh menjadi sigap, bugar, seimbang dan lentur dan terampil
Alat-alat manipulatif, sperti kancing, tali, garis, jiplak, puzzle, mozaik, cangkir, kaleng, lotto gambar benda sejenis, alat berkebun, alat rumah tangga, lilin warna, papan hitung, alat gunting, lem, kertas warna, krayon, bak pasir, playdough, balok membangun dll. Motorik halus Terampil koordinasi tangan-mata dan persiapan untuk menulis serta kompetensi yang mengupayakan mendirikan anak pada kebiasaan sehari-hari sesuai dengan tingkat usianya
Tape recorder, kantong kacang, hola hop, saputangan Motorik kasar Kreativitas gerak

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2011 in Uncategorized

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 13, 2011 in Uncategorized

 

air by rean

Air
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Air, zat yang penting bagi kehidupan.

Air dalam tiga wujudnya, cairan di laut, es yang mengambang, dan awan di udara yang merupakan uap air.
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.[5] Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sifat-sifat kimia dan fisika
o 1.1 Elektrolisis air
o 1.2 Kelarutan (solvasi)
o 1.3 Kohesi dan adesi
 1.3.1 Tegangan permukaan
• 2 Air dalam kehidupan
o 2.1 Makhluk air
• 3 Air dan manusia
o 3.1 Air minum
o 3.2 Pelarut
• 4 Air dalam kesenian
o 4.1 Seni lukis
o 4.2 Fotografi
o 4.3 Seni tetesan air
• 5 Sains semu air
• 6 Rujukan
o 6.1 Artikel rujukan
o 6.2 Rujukan umum
o 6.3 Air sebagai sumber daya alam alami
o 6.4 Bacaan lebih lanjut
• 7 Lihat pula

[sunting] Sifat-sifat kimia dan fisika
Air

Informasi dan sifat-sifat
Nama sistematis
air
Nama alternatif aqua, dihidrogen monoksida,
Hidrogen Hidroksida
Rumus molekul
H2O
Massa molar
18.0153 g/mol
Densitas dan fase
0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C)
0.92 g/cm³ (padatan)
Titik lebur
0 °C (273.15 K) (32 °F)

Titik didih
100 °C (373.15 K) (212 °F)
Kalor jenis
4184 J/(kg•K) (cairan pada 20 °C)
Halaman data tambahan

Disclaimer and references

Artikel utama: Air (molekul)
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Tingginya konsentrasi kapur terlarut membuat warna air dari Air Terjun Havasu terlihat berwarna turquoise.
[sunting] Elektrolisis air
Artikel utama: Elektrolisis air
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat Dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.[8][9][10]
[sunting] Kelarutan (solvasi)
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat “hidrofilik” (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat “hidrofobik” (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.

Butir-butir embun menempel pada jaring laba-laba.
[sunting] Kohesi dan adesi
Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih “kekuatan tarik” pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.
Air memiliki pula sifat adesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya.
[sunting] Tegangan permukaan

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut.
Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air.
Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik — dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air — perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh V. Adrian Parsegian dari National Institute of Health.[11] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di luar sel (extracellular freezing).
[sunting] Air dalam kehidupan

Kehidupan di dalam laut.
Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.
[sunting] Makhluk air
Artikel utama: Hidrobiologi
Perairan bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.
[sunting] Air dan manusia
Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusat-pusat manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan.
[sunting] Air minum

Air yang diminum dari botol.
Artikel utama: Air minum
Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[12] Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari,[13] namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. [14] Malah terkadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.[15]
[sunting] Pelarut
Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian, lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut.
Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah.
[sunting] Air dalam kesenian

“Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa.” oleh Katsushika Hokusai, lukisan yang sering digunakan sebagai pelukisan sebuah tsunami.
Artikel utama: Air dalam kesenian
Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi obyek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan (sculpture liquid atau droplet art).[16]
[sunting] Seni lukis
Pada zaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan – sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan yang turbulensi, atau bahkan air terjun – akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan obyek-obyek air yang tenang, diam – danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood) keseluruhan dari karya seni tersebut,[17] seperti misalnya dalam Birth of Venus (1486) karya Botticelli[18] dan The Water Lilies (1897) karya Monet.[19]

Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto.
[sunting] Fotografi
Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi: mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen dalam obyek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (soft) pada permukaan air.[20]
[sunting] Seni tetesan air
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air
Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang telah mendunia.[21]
Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti halnya tampilan komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian bawah penampil.[22] Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar telah banyak dilakukan.[23][24]
[sunting] Sains semu air

Ikatan hidrogen antar molekul air yang membuatnya dapat membentuk kelompok atau klaster,
Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya,[25] yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,
Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.[26]
Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial.[27][28][29][30] Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama.[31]
[sunting] Rujukan
[sunting] Artikel rujukan
1. ^ (en) Philip Ball, Water and life: Seeking the solution, Nature 436, 1084-1085 (25 August 2005) | doi:10.1038/4361084a
2. ^ (en) Water – The Essential Substance, Experimental Lakes Area, University of Manitoba
3. ^ What are the Essential Ingredients of Life?, Natural History Museum, California Academy of Sciences
4. ^ (en) Steven A Benner, Water is not an essential ingredient for Life, scientists now claim, SpaceRef.com, uplink.space.com
5. ^ (en) http://www.unep.org/vitalwater/01.htm
6. ^ (en) Peter Tyson, Life’s Little Essential, NOVA, Origins, July 2004
7. ^ (en) H.E. Msgr. Renato R. Martino, Water, an Essential Element of Life, A Contribution of the Delegation of the Holy See on the Occasion of the third World Water Forum, Kyoto, Japan, 16th-23rd March 2003
8. ^ (en) Michael Kwan, Prototype car runs 100 miles on four ounces of water as fuel, Mobile Magazine Thursday June 1, 2006 6:41 AM PDT
9. ^ (en) Fuel from “Burning Water”, KeelyNet 01/09/02
10. ^ (en) Hydrogen Technologies
11. ^ Physical Forces Organizing Biomolecules (PDF)
12. ^ Re: What percentage of the human body is composed of water? Jeffrey Utz, M.D., The MadSci Network
13. ^ Healthy Water Living. Diakses pada 1 Februari
14. ^ Lots of water ‘is little benefit’. Diakses pada 6 April 2010
15. ^ Rhoades RA, Tanner GA (2003). Medical Physiology (edisi ke-2nd ed.). Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 0781719364.
16. ^ (it) Lucio V. Mandarini, “Liquide sculture”, FotoCult, Novembre 2006, pagina 60-65
17. ^ (en) Chris Witcombe, Water in Art, H2O – The Mystery, Art, and Science of Water, art.html, 21.03.2007 13:32:20
18. ^ (en) Birth of Venus (1486), Water in art, Water Institute – Nestlé Waters M.T. 2005
19. ^ (en) The Water Lilies cycle by Monet, Water in art, Water Institute – Nestlé Waters M.T. 2005
20. ^ (id) Email Arief Setiawan kepada Nein Arimasen, Wed, 21 Mar 2007 09:04:07 +0700 (WIT). Arief Setiawan adalah seorang fotografer.
21. ^ Martin Waugh, Liquid Sculpture, 2007; video DivX
22. ^ (en) Water Droplet Art, Twiddly Bits, August 23rd, 2005 at 9:07 pm, (de) Bitfall Simulation kriegte 50% Realität, Auszeichnung für Innovation und Technik – Kunstförderpreis der Stadtwerke Halle und Leipzig, Halle, 2004
23. ^ (en) Jeep waterfall – DIY version?
24. ^ (en) Pictures and Video, Pevnick Design Inc.
25. ^ (en) Masaru Emoto, answer.com
26. ^ (en) Masaru Emoto, Message From Water, Vol.2, Hado Kyoiku Sha Co., Ltd (November 15, 2001)
27. ^ (en) Masaru Emoto, answer.com
28. ^ Stephen Lower, A gentle introduction to the structure of water, 01.01.2007
29. ^ Pseudoscience: myths, hoaxes and misunderstandings concerning water, Lenntech Water treatment & air purification Holding B.V., 27.02.2007 16:15:50
30. ^ Water Cluster Quackery — The junk science of structure-altered waters, 13.01.2007 22:17:49
31. ^ (de) Martin Frischknecht, Kristalline Emotionen, Masaru Emotos “Fröhliche Wissenschaft” mit dem Wasser, Ausgabe Nr. 63 Frühling 2002
[sunting] Rujukan umum
• (en) OA Jones, JN Lester and N Voulvoulis, Pharmaceuticals: a threat to drinking water? TRENDS in Biotechnology 23(4): 163, 2005
• (en) Franks, F (Ed), Water, A comprehensive treatise, Plenum Press, New York, 1972-1982
• (en) Property of Water and Water Steam w Thermodynamic Surface
• (en) PH Gleick and associates, The World’s Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Island Press, Washington, D.C. (published every two years, beginning in 1998.)
• (en) Marks, William E., The Holy Order of Water: Healing Earth’s Waters and Ourselves. Bell Pond Books ( a div. of Steiner Books), Great Barrington, MA, November 2001 [ISBN 0-88010-483-X]
[sunting] Air sebagai sumber daya alam alami
• (en) Gleick, Peter H.. The World’s Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Washington: Island Press. (November 10, 2006)| ISBN-13: 9781597261050]
• Postel, Sandra (1997, second edition). Last Oasis: Facing Water Scarcity. New York: Norton Press.
• (en) Anderson (1991). Water Rights: Scarce Resource Allocation, Bureaucracy, and the Environment.
• (en) Marq de Villiers (2003, revised edition). Water: The Fate of Our Most Precious Resource.
• (en) Diane Raines Ward (2002). Water Wars: Drought, Flood, Folly and the Politics of Thirst.
• (en) Miriam R. Lowi (1995). Water and Power: The Politics of a Scarce Resource in the Jordan River Basin. (Cambridge Middle East Library)
• (en) Worster, Donald (1992). Rivers of Empire: Water, Aridity, and the Growth of the American West.
• (en) Reisner, Marc (1993). Cadillac Desert: The American West and Its Disappearing Water.
• (en) Maude Barlow, Tony Clarke (2003). Blue Gold: The Fight to Stop the Corporate Theft of the World’s Water.
• (en) Vandana Shiva (2002). Water Wars: Privatization, Pollution, and Profit. ISBN 0-7453-1837-1.
• (en) Anita Roddick, et al (2004). Troubled Water: Saints, Sinners, Truth And Lies About The Global Water Crisis.
• (en) William E. Marks (2001). The Holy Order of Water: Healing Earths Waters and Ourselves.
[sunting] Bacaan lebih lanjut
• (en) J. Lobaugh and Gregory A. Voth, A quantum model for water: Equilibrium and dynamical properties, The Journal of Chemical Physics — February 8, 1997 — Volume 106, Issue 6, pp. 2400-2410 doi:10.1063/1.473151
• (en) Kyoko Watanabe and Michael L. Klein, Effective pair potentials and the properties of water, Chemical Physics Volume 131, Issues 2-3 , 15 March 1989, Pages 157-167 doi:10.1016/0301-0104(89)80166-1
• (en) Frank H. Stillinger and Aneesur Rahman, Improved simulation of liquid water by molecular dynamics, The Journal of Chemical Physics — February 15, 1974 — Volume 60, Issue 4, pp. 1545-1557 doi:10.1063/1.1681229
• (en) R. J. Speedy and C. A. Angell, Isothermal compressibility of supercooled water and evidence for a thermodynamic singularity at –45 °C, The Journal of Chemical Physics — August 1, 1976 — Volume 65, Issue 3, pp. 851-858 doi:10.1063/1.433153
[sunting] Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Air

71 % – Н2O
• Air
• Air asin
• Siklus air
• Awan
• Banjir
• Es
• Embun
• Danau
• Hidrologi
• Hujan
• Laut
• Salju
• Sungai
• Desalinasi
• Osmosis
• Osmosis terbalik

[sembunyikan]
l • b • s
Kimia m

@@@@
Oleh: Rosman Ahmad
Sumber: Dewan Kosmik – November, 1999

Kebelakangan ini makanan suplemen telah membanjiri pasaran tempatan dan antarabangsa dengan kadar yang begitu ketara sekali. Pakar kesihatan di serata dunia sering mengaitkan kesihatan dengan sistem pemakanan yang sempurna dan berkhasiat. Malah sejak lebih dari 2000 tahun dahulu Hipocrates telah menganjurkan, “jadikanlah makanan anda sebagai ubat dan ubat anda sebagai makanan.”
Secara universal, pakar-pakar perubatan dan pemakanan telah bersetuju bahawa sumber zat keperluan tubuh manusia datang daripada makanan seharian dan bukan daripada bahan-bahan suplemen. Pemakanan seharian yang seimbang adalah lebih daripada mencukupi untuk menampung segala keperluan zat tubuh kecuali seseorang itu mengalami masalah penyerapan sesuatu mineral atau vitamin pada sistem tubuh mereka.

Faktor lain biasanya ada hubung kait dengan jantina, umur dan keadaan kesihatan seseorang. Oleh itu, sebelum mengambil apa-apa vitamin atau mineral tambahan, anda perlu mendapat nasihat pakar kesihatan terlebih dahulu, terutamanya kepada wanita mengandung atau menyusukan anak, bayi, kanak-kanak, golongan tua, mereka yang menghidap penyakit kronik, perokok, kaki botol dan juga mereka yang mengambil oral kontrasepti.

Apakah Makanan Suplemen?

Makanan suplemen adalah segala bentuk makanan berkhasiat atau tidak, biasanya didapati dalam bentuk kapsul, tablet, serbuk atau sirap yang diambil sebagai makanan tambahan bagi memenuhi kekurangan zat dalam makanan harian. Hampir semua bahan suplemen yang terdapat di pasaran terdiri daripada vitamin dan mineral. Suplemen bukanlah bahan ganti kepada sumber pemakanan harian.

Suplemen dikelaskan kepada bahan nutraseutikal dan bukannya farmaseutikal seperti ubat-ubatan. Berdasarkan kepada pengkelasan inilah maka keberkesanannya tidak perlu dibuktikan melalui ujian klinikal. Ini membolehkan bahan-bahan nutraseutikal dijual secara bebas sama ada di kedai-kedai farmasi, jualan langsung dan sebagainya tanpa sebarang pengawalan sebagaimana bahan farmaseutikal walaupun sesetengahnya didakwa mempunyai khasiat yang boleh menyembuhkan pelbagai jenis penyakit.

Pengambilan suplemen perlu dilakukan mengikut peraturan yang disarankan oleh pengeluarnya. Selain itu, perlu juga diingatkan bahawa suplemen ini hanya berkhasiat kepada mereka yang betul-betul memerlukannya. Sekiranya seseorang itu mendapat sumber zat makanan yang mencukupi, bersenam, mendapat cukup rehat dan tidur, kehidupannya teratur, tidak mengalami sebarang tekanan dan bebas daripada bahan pencemaran (sama ada udara, makanan dan air), maka beliau tidak digalakkan mengambil suplemen.

Selain itu, banyak situasi lain yang perlu diambil kira dalam masalah pengambilan makanan suplemen ini. Salah satu yang penting ialah pola pemakanan masyarakat moden sekarang. Kesibukan dengan tugas seharian dan sering mengambil makanan segera menghalang mereka daripada mengamalkan pemakanan seimbang. Tambahan pula kebanyakan makanan ini ditambah dengan bahan pengawet untuk mengekalkan kesegarannya. Selain itu, faktor kesuntukkan masa untuk melakukan senaman kerana sibuk bekerja, kurang tidur dan stress di tempat kerja juga menyumbang kepada masalah ini.

Seorang dewasa yang sihat dan tidak menghidap sebarang penyakit yang disebabkan oleh kurang sesuatu vitamin atau mineral dalam pemakanan mereka boleh dianggap telah mendapat nutrisi yang mencukupi untuk dirinya. Dengan kata lain, pemakanan anda telah atau hampir mencapai tahap yang di cadangkan oleh U.S Recommended Dietary Allowance (RDA) dan Estimate Safe and Adequate Daily Intake bagi 13 vitamin dan 12 mineral yang telah dikenal pasti (kalsium, fosforus, magnesium, zat besi, zink, iodin, selenium, tembaga, mangan, kromium florida dan molibdenum).

Jumlah ini merupakan kuantiti yang digalakkan untuk kesihatan yang optimum dan bukannya keperluan asas. Sesetengah orang, terutamanya golongan wanita memerlukan suplemen zat besi semasa menstruasi. Suplemen kalsium pula perlu bagi mereka yang tidak mendapat bekalan yang mencukupi dalam pemakanan mereka terutamanya bagi mereka yang telah berusia lanjut. Setiap kali kita makan, kita akan mendapat bekalan mineral dan vitamin. Oleh itu, seseorang yang sihat boleh untuk tidak mengambil sebarang makanan sehari tanpa mengalami sebarang kekurangan vitamin atau mineral dalam tubuh mereka. Namun begitu, pemakanan yang seimbang dengan selang masa yang sesuai adalah baik untuk kesihatan yang optimum.

Apakah Pemakanan Seimbang?

Mengikut sumber terbaru dari U.S. Food and Drug Administration, makanan seimbang mestilah mengandungi:
• 6-11 hidangan daripada kumpulan roti, bijirin, pasta dan nasi.
• 3-5 hidangan dari kumpulan sayuran hijau.
• 2-4 hidangan dari kumpulan buah-buahan.
• 2-3 hidangan dari kumpulan daging, ayam, ikan, telur dan kekacang.
• 2-3 hidangan dari kumpulan hasilan tenusu iaitu susu, keju dan dadih.
• Lemak dan minyak hendaklah diambil sedikit yang mungkin.
Vitamin

Vitamin adalah bahan organik bukan kimia yang diperlukan oleh tubuh dalam kuantiti yang kecil untuk menyelenggara fungsi metabolisma yang normal. Ia tidak dihasilkan di dalam tubuh, oleh itu, ia perlu diambil dari sumber luar. Diet seimbang yang merangkumi keempat-empat kumpulan makanan (bijirin, daging, hasil tenusu, buah-buahan dan sayur-sayuran) adalah mencukupi untuk membekalkan sumber vitamin dan mineral untuk keperluan tubuh.

Vitamin terbahagi kepada dua, vitamin larut lemak dan yang larut dalam air. Vitamin larut lemak merupakan vitamin yang boleh disimpan dalam tubuh dan tidak perlu diambil setiap hari.
Vitamin Larut Air
Vitamin/Mineral Sumber Peranan Pada Tubuh Kesan
Tiamina (Vitamin B1) Biji bunga matahari, makanan dari bijirin dan kekacang kering Perlu untuk metaboliesma karbohidrat dan otot. Meningkatkan fungsi saraf dengan sempurna.
Kekurangan vitamin ini boleh menyebabkan seseorang itu sentiasa berada dalam kebimbangan, histeria, mengalami tekanan perasaan, hilang selera makan, kekejangan otot dan beri-beri yang teruk terutamanya bagi penagih alkohol. Tiada kesan lebih dos yang diketahui tetapi lebihan pada satu vitamin B boleh menyebabkan kekurangan pada vitamin B yang lain.
Riboflavin (Vitamin B2) Hati, susu, bayam, mee yang diperkaya dan kulat atau cendawan Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisma semua jenis makanan dan mengeluarkan tenaga dan sel-sel. Diperlukan oleh vitamin B6 dan niasin. Kekurangannya boleh menyebabkan pecah-pecah dan sakit pada mulut dan hidung. Begitu juga masalah kesihatan.
Niasin (Vitamin B3) – Niasin ditukarkan kepada niasimid dalam tubuh. Cendawan, kulat, ikan tuna, ayam, daging, kacang tanah, bijirin diperkaya. Diperlukan oleh enzim-enzim yang merubah makanan kepada tenaga. Membantu mengekalkan sistem perkumuhan dan saraf yang sihat. Pada dos yang tinggi ia boleh membantu mengurangkan kolesterol. (Perlu diingat, untuk mendapatkan dos yang besar perlu terlebih dahulu mendapat nasihat pakar kesihatan). Kekurangan:
Pada kes yang teruk, kekurangan vitamin ini boleh menyebabkan penyakit pelagra (sejenis penyakit kulit yang menyebabkan kulit pecah-pecah), cirit-birit dan sakit mulut.
Lebih Dos:
Ulser, masalah hati, kandungan gula dan asid urik yang tinggi dalam darah dan masalah jantung.
Asid Pantotenik (Vitamin B5) Terdapat dengan banyaknya dalam tisu-tisu haiwan dan bijirin Mengubah makanan kepada bentuk molekul. Diperlukan untuk mengeluarkan hormon adrenal dan bahan kimia yang mengatur fungsi sistem saraf. Kekurangan:
Ulser pada manusia.
Lebih dos:
Sama seperti pada vitamin B1
Piridoksin (Vitamin B6) Lemak haiwan, bayam, brokoli dan pisang Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme dan penyerapan protein dan juga metabolisme karbohidrat. Membantu membina sel darah merah dan meningkatkan fungsi sistem saraf dan otak. Kekurangan:
Anemia, bengkeng, gatal-gatal, kulit bersisik dan sawan.
Lebih dos:
Kerosakan pada sistem saraf.
Sianokobalamin (Vitamin B12) Hanya boleh didapati daripada hasilan haiwan Membina bahan genetik dan membantu pembentukan sel darah merah. Kekurangan:
Boleh menyebabkan kekurangan darah (anemia) yang membahayakan serta kerosakan saraf. (Nota: Kekurangan jarang berlaku kecuali terhadap vegetarian, golongan tua dan mereka yang mengalami masalah penyerapan makanan pada usus.
Biotin Keju, kuning telur, bunga kobis dan mentega kacang. Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme glukos dan pembentukan sesetengah asid lemak. Kekurangan:
Masalah kulit pada bayi. Walaupun jarang berlaku pada orang dewasa, tetapi ia boleh dirangsang dengan mengambil putih telur dengan banyaknya akan menyebabkan kurang selera makan, cirit-birit, muntah-muntah dan kulit yang bersisik.
Asid Folik Sayur berdaun hijau, jus oren, daging organ dan taugeh. Penting untuk pembentukan bahan-bahan genetik dan juga metabolisme protein serta pembentukan sel-sel darah merah.
Nota: Pengambilan secara mencukupi semasa peringkat pertama kandungan boleh mengurangkan risiko kecacatan bayi. Kekurangan:
Merosakkan pembahagian sel darah merah, anemia, cirit-birit dan gangguan perut.
Lebih dos:
Sawan
Asid Askorbik (Vitamin C) Buah sitrus, strawberri, brokoli, dan lada hijau. Mengandungi antioksidan. Membantu menyatukan sel-sel tubuh dan menguatkan dinding saluran darah, mengekalkan kesihatan gusi dan membantu dalam penyerapan zat besi oleh usus.
Nota:Antioksidan dalam zat ini berkemungkinan boleh mengelakkan atau mengurangkan risiko sesetengah kanser, ia juga boleh mengurangkan kesan selsema. Otot-otot menjadi lemah, gusi berdarah, mudah lebam dan kes skurvi yang teruk.

Back

Copyright © National Poison Centre, USM 2008. All Rights Reserved

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 13, 2011 in Uncategorized

 

bulu tangkis

TEKNIK DASAR – MEMEGANG RAKET BATMINTON

Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai bermacam-macam dasar bermain bulutangakis dengan benar. Oleh karena itu, hanya dengan modal berlatih tekun, disiplin, terarah dibawah bimbingan pelatih yang berkualifikasi baik, dapat menguasai berbagai teknik dasar bermain bulutangkis secara benar pula.
Namun, agar bisa bermain bulutangkis, seorang pemain harus bisa memukul kok, baik dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smes, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork yang benar. Buku ini mengajarkan dasar-dasar petunjuk praktis jenis pukulan di atas.
1. Pegangan Raket (Grip)
Bulutangkis dikenal sebagai olahraga yang banyak menggunakan pergelangan tangan. Karena itu, benar tidaknya cara memegang raket akan sangat menentukan kualitas pukulan seseorang.
Salah satu teknik dasar bulutangkis yang sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap calon pebulutangkis adalah pegangan raket. Menguasai cara dan teknik pegangan raket yang betul, merupakan modal penting untuk dapat bermain bulutangkis dengan baik pula. Oleh karena itu, apabila teknik pegangan raket salah dari sejak awal, sulit sekali meningkatkan kualitas permainan. Pegangan raket yang benar adalah dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis.
Cara pegangan raket yang benar adalah raket harus dipegang dengan menggunakan jari-jari tangan (ruas jari tangan) dengan luwes, rileks, namun harus tetap bertenaga pada saat memukul kok. Hindari memegang raket dengan cara menggunakan telapak tangan (seperti memegang golok).
Jenis Pegangan Raket
Pada dasarnya, dikenal beberapa cara pegangan raket. Namun, hanya dua bentuk pegangan yang sering digunakan dalam praktek, yaitu cara memegang raket forehand dan backhand. Semua jenis pukulan dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini.
Dua macam cara memegang raket di atas, pada kenyataannya digunakan secara bergantian sesuai situasi dan kondisi permainan. Untuk tahap awal para pemula biasanya diajarkan cara memegang forehand terlebih dahulu, kemudian baru backhand.
Pada akhirnya untuk pemain yang sudah terampil akan terlihat pegangan raketnya hanya satu grip. Ini terjadi karena pergeseran pegangan tangan dari forehand ke backhand dan sebaliknya hanya sedikit dan terjadi secara otomatis.
Pegangan raket yang benar, dan memanfaatkan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok, dapat meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju jalannya kok. ini berarti, telah menggunakan tenaga secara lebih efisien namun efektif. ltulah sebabnya, sejak dini peserta latih harus membiasakan memukul kok dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan (tenaga pecut).
Cara Memegang Raket Forehand
1. Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti “jabat tangan”. Bentuk “V” tangan diletakkan pada bagian gagang raket.
2. Tiga jari, yaitu jari tengan, manis dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah.
3. Letakkan ibu jari diantara tiga jari dan telunjuk.
Cara Memegang Raket Backhand
Untuk backhand griop, geser “V” tangan ke arah dalam. Letaknya di samping dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.
Cara Latihan
Sebelum praktek melakukan latihan pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan tetap memegang raket dengan benar.
1. Peserta latih dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
2. Lakukan gerakan raket ke axah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan.
3. Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
4. Memukul bola (kok) ke tembok.
5. Bouncing ball.
Kesalahan Yang Terjadi
a. Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat dan sejajar.
b. Posisi “V” tangan berada pada bagian grip raket yang lebar.
2. Footwork
Footwork merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi balk, seorang atlet harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai kalau footwork-nya tidak teratur.
3. Sikap dan Posisi
Sikap dan Posisi Berdiri di Lapangan
Sikap dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga dengan sikap yang baik dan sempurna itu, dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru lapangan permainan.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
1. Harus berdiri sedemikian rupa, sehingga berat badan tetap berada pada kedua kaki dan tetap menjaga keseimbangan tubuh.
2. Tekuk kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar atau salah satu kaki diletakkan di depan kaki lainnya.
3. Kedua lengan dengan siku bengkok pada posisi di samping badan, sehingga lengan bagian atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.
4. Raket harus dipegang sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih tinggi dari kepala.
5. Senantiasa waspada dan perhatikan jalannya kok selama permainan berlangsung.
Sikap dan Tahap Kerja Langkah Kaki
Sikap dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulutangkis, sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap pemain. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas ketrampilan memukul kok.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
1. Senantiasa berdiri dengan sikap dan posisi yang tepat di atas Iapangan.
2. Lakukan gerak Iangkah ke depan, ke belakang, ke samping kanan dan kiri pada saat memukul kok, sambil tetap memperhatikan keseimbangan tubuh.
3. Gerak Iangkah sambil meluncur cepat, sangat efektif sebagai upaya untuk memukul kok.
4. Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai (bertapak) pada saat menunggu datangnya kok, atau pada saat bergerak untuk memukul kok.
4. Hitting Position
Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan. Karena itu posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan balk dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas.
Hal yang perlu diperhatikan:
a. Overhead (atas) untuk right handed
– Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
– Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.
b.Untuk pukulan underhand(bawah)/net
– Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kid di belakang.
– Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.
c. Untuk footwork maju-mundur
Cara Latihan
1. Dari tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki kiri kemudian kanan.
2. Dari tengah ke belakang.
3. Dari depan ke belakang dan sebaliknya.
Kesalahan yang Terjadi
1. Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada di bagian depan atas kaki. Akibatnya reaksi menjadi lambat.
2. Posisi lutut lurus, tidak bengkok.
3. Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
4. Pada posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan sulit mengarahakan bola dengan tepat.
5. Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang, lambat kembali ke bagian tengah lapangan.
5. Service (Service)
Dalam aturan permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk bisa memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik.
Namun, banyak pelatih, juga pemain tidak memberikan perhatian khusus untuk melatih dan menguasai teknik dasar ini. Oleh karena itu, sikap tersebut merupakan kekeliruan besar. Kita mengetahui bahwa angka/poin dalam permainan bulutangkis tidak akan tercipta, apabila pemain tidak mahir melakukan servis dengan benar.
Dalam permainan bulutangkis, ada tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi, dan flick atau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis atau bentuk yaitu servis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.
Servis Forehand
a. Servis Forehand Pendek
– Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan. Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.
– Variasi arah dan sasaran servis pendek ini dapat dilatih secara serius dan sistematis.
– Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.
– Pada saat perkenaan dengan kepala (daun) raket dan kok, siku dalam keadaan bengkok, untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik berat badan Anda.
– Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah kok dan dilakukan secara berulang-ulang.
b. Servis Forehand Tinggi
– Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.
– Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
– Saat memukul kok, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki senantiasa kontak dengan lantai.
– Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang kekaki depan yang harus be langsung kontinu dan harmonis.
– Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul kok.
– Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, dapat mengusai teknik servis forehand tinggi dengan sebalik-baiknya.
Servis Backhand
Jenis servis ini pada umumnya, arah dan jatuhnya kok sedekat mungkin dengan garis serang pemain lawan. Dan kok sedapat mungkin melayang retatif dekat di atas jaring (net).
Oleh karena itu, jenis servis ini kerap digunakan oleh pemain ganda.
1. Sikap berdiri adalah kaki kanan di depan kaki kiri, dengan ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan, sehingga dengan sikap seperti ini, titik berat badan berada di antara kedua kaki. Jangan lupa, sikap badan tetap rileks dan penuh konsentrasi.
2. Ayunan raket relatif pendek, sehingga kok hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis. Hindari menggunakan tenaga pergelangan tangan yang berlebihan, karena akan mempengaruhi arah dan akurasi pukulan.
3. Sebelum melakukan servis, perhatikan posisi dan sikap berdiri lawan, sehingga dapat mengarahkan kok ke sasaran yang tepat dan sesuai perkiraan.
4. Biasakan berlatih dengan jumlah kok yang banyak dan berulang-ulang tanpa mengenal rasa bosan, sampai dapat menguasai gerakan dan ketrampilan servis ini dengan utuh dan baik/sempurna.
Selain itu, perlu diperhatikan adanya peraturan servis. Berikut aturan bagaimana melakukan servis yang salah dan benar.
Servis yang Salah :
1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.
2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.
4. Kaki kiri melakukan langkah.
5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul.
6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.
7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.
Servis yang Benar :
1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.
2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang.
3. Kaki kiri statis.
4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.
6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.
6. Pengembalian Service
Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya, dengan penempatan kok yang tepat, lawan akan bergerak untuk memukul kok itu, sehingga is terpaksa meninggalkan posisi strategisnya di titik tengah lapangannya.
1. Dalam permainan tunggal, sebaiknya servis lob lawan dikembalikan dengan teknik pukulan keras dan tinggi ke salah satu sudut bagian belakang lapangan lawan, atau dengan teknik “pukulan pendek” (drop pendek) ke sudut depan lapangan lawan.
2. Hindari melakukan “smes keras”, tatkala berdiri pada posisi di bagian belakang lapangan sendiri. Oleh karena, posisi pada saat itu kurang menguntungkan, apabila smes dapat dikembalikan dengan penempatan yang akurat atau terarah oleh pemain lawan.
3. Dalam permainan ganda, seharusnya kok dipukul terarah cepat, dan arah pukulan senantiasa menukik jatuh ke lapangan lawan atau ke bagian tubuh lawan.
7. Underhand (Pukulan dari Bawah)
Jenis pukulan ini dominant digunakan dalam permainan bulutangkis. Seperti halnya teknik dasar “pukulan dari atas kepala”, untuk menguasai teknik dasar ini, pertama-tama, harus trampil berlari sambil melakukan langkah lebar, dengan kaki kanan berada di depan kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya kok.
Sikap menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap tubuh tetap tegak, sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk.
Pada saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan, agar telapak kaki kanan tetap kontak dengan lantai sambil menjangkau kok. Jangan sampai gerak langkah terhambat karena kaki kiri tertahan gerakannya.
Fungsi pukulan dasar ini antara lain:
– Untuk mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.
– Sebagai cara bertahan akibat pukulan serang lawan. Dalam situasi tertekan dalam permainan, harus melakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat kok tinggi ke daerah belakang lapangan lawan.
– Pukulan dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.
Cara berlatih yang efektif untuk menguasai teknik dasar ini, adalah menciptakan suasana berlatih bersama tim dengan memukul kok yang diarahkan relatif jauh dari jangkauan. Berlatihlah dengan tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang dilakukan, agar tidak diulangi lagi.
Ada dua jenis pukulan underhand:
1. Clear Underhand, pukulan atau dorongan yang diarah kan tinggi ke belakang.
2. Flick Underhand, pukulan atau dorongan mendatar ke arah belakang.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket forehand untuk underhand forehand, dan pegangan backhand untuk underhand backhand.
2. Pergelangan tangan agak bengkok ke belakang, siku juga agak bengkok.
3. Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ayunkan raket ke belakang lalu pukul bola dan pada saat perkenaan bola, posisi tangan lurus.
4. Bola dipukul kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.
5. Posisi akhir raket sesuai arah bola.
Cara Latihan
Untuk tahap pemula, umpan dengan lemparkan banyak bola. Untuk koordinasi pukul bola sambil melangkah kaki kanan.
8. Overhead Clear/Lob
Pusatkan perhatian lebih untuk menguasai pukulan overhead lob ini, karena teknik pukulan lob ini banyak kesamaannya dengan teknik smes dan dropshort. Pukulan overhead lob adalah bola yang dipukul dari atas kepala, posisinya biasanya dari belakang lapangan dan diarahkan keatas pada bagian belakang lapangan.
Ada dua jenis overhead lob :
1. Deep lob/Clear, bolanya tinggi ke belakang.
2. Attacking lob/Clear, bolanya tidak terlalu tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pergunakan pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
3. Posisi badan harus diupayakan selalu bera di belakang bola.
4. Bola dipukul seperti gerakan melempar.
5. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola, Ialu dilepas, sedang raket jatuh di depan badan.
6. Lecutkan pergelangan (raket) saat kena bola.
Cara Latihan
1. Untuk para pemula yang baru belajar, sebaiknya pertama-tama latihan dengan cara mengumpan mereka dengan lemparan bola. Tujuannya supaya timing memukul bisa diperoleh. Untuk mempermudah, bisa digunakan hitungan (1. Posisi siap; 2. Ayunkan; 3. Pukul).
2. Untuk alat bantu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan kok yang bisa diatur ketinggiannya.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Posisi preparation sama dengan overhead biasa.
2. Karena, biasanya bola berada jauh di belakang kepala kita, untuk menjangkaunya, pertama badan diputar yaitu dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang, lalu lompatkan kaki kanan sambil badan dan raket diputar untuk menjangkau kok yang berada di belakang kepala, sehingga terjadi perpindahan berat badan.
3. Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat), badan harus condong ke depan.
9. Round The Head Clear/Lob/Drop/Smash
Adalah bola overhead (di atas) yang dipukul di bagian belakang kepala (samping telinga sebelah kih). Dibanding dengan overhead yang biasa, pukulan di belakang kepala ini relatif lebih sulit. Karena untuk bisa melakukan pukulan (teknik) ini diperlukan ekstra kekuatan kaki, kelenturan, footwork yang balk, dan koordinasi. Biasanya pukulan ini dilakukan secara terpaksa karena untuk melakukannya harus dengan pukulan backhand.
10. Smash
Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya untuk mematikan lawan. Pukulan smes adalah bentuk pukulan keras yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakteristik pukulan ini adalah; keras, laju jalannya kok cepat menuju Iantai Iapangan, sehingga pukulan ini membutuhkan aspek kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis.
Dalam praktek permainan, pukulan smes dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau sambil loncat (King Smash).Oleh karena itu pukulan smes dapat berbentuk:
– Pukulan smes penuh – Pukulan smes potong – Pukulan sines backhand – Pukulan smes melingkar atas kepala
Teknik pukulan smes tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.
2. Perhatikan pegangan raket.
3. Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada kok.
4. Perkenaan raket dan kok di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau kok itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok.
5. Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak Ian-jut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.
11. Dropshot (Pukulan Potong)
Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat perkenaan dengan kok. Bola dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus. Dropshot (pukulan potong) yang balk adalah apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan tidak melewati garis ganda.
Karakteristik pukulan potong ini adalah, kok sentiasa jatuh dekat jaring di daerah lapangan lawan. Oleh karena itu harus mampu melakukan pukulan yang sempurna dengan berbagai sikap dan posisi badan dari sudut-sudut lapangan permainan. Faktor pegangan raket, gerak kaki yang cepat, posisi badan dan proses perpindahan berat badan yang harmonis pada saat memukul merupakan faktor penentu keberhasilan pukulan ini.
Sikap persiapan awal dan gerak memukul tidak berbeda dengan pukulan smes. Dalam pelaksanaan pukulan potong ini, adalah menempatkan kok pada sudut-sudut lapangan lawan sedekat mungkin jaring/net, dengan variasi gerak tipu badan dan raket sebelum perkenaan raket dan kok, yang menyebabkan lawan terlambat mengatisipasi dan bereaksi atas datangnya kok secara mendadak.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pergunakan pegangan forehand. Pegang raket dan posisinya di samping bahu.
2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net, posisi kaki kanan berada dibelakang kaki kiri. Pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
3. Posisi badan harus selalu diupayakan berada di belakang bola.
4. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus, menjangkau bola dan dorong dengan sentuhan halus.
5. Untuk arah forehand lawan, pukul bagian Iengkungan bola sebelah kanan dan lengkung kiri bola untuk tujuan backhand.
6. Posisi akhir raket mengikuti arah bola.Biasakan bergerak cepat mengambil posisi pukul yang tepat di belakang kok.
7. Perhatikan gerak langkah dan keseimbangan badan pada saat dan setelah memukul kok.
8. Kok harus dipukul dengan sikap lengan lurus dan hanya menggunakan tenaga kecil.
9. Pukulan potong ini mengandung aspek kehalusan gerak dan gerak tipu.
12. Netting
Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yaitu apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.
Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.
Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.
2. Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.
3. Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.
4. Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.
Cara Latihan
1. Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
2. Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul kok itu.
3. Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
4. Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
5. Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong kok itu ke berbagai arah.
13. Return Smash
Adalah pukulan yang lebih identik dengan pola pertahanan. Namun demikian pengembalian smash yang baik bisa menjadi serangan balik.
Jenis-jenis pengembalian smash:
1. Pengembalian pendek, yaitu pengembalian dimana bolanya jatuh dekat net. Banyak terjadi pada permainan tunggal. Tujuannya untuk memaksa lawan berlari jauh.
2. Pengembalian drive (mendatar),lebih banyak dilakukan pada permainan ganda. Tujuannya untuk tidak memberi kesempatan lawan melakukan serangan.
3. Pengembalian panjang, yaitu pengembalian bola ke arah belakang lagi. Pukulan ini blasanya hanya bisa dilakukan oleh pemain yang sudah trampil dan mempunyai pergelangan tangan kuat.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Posisi siap (stand), lihat keterangan dibagian footwork.
2. Untuk pengembalian dari forehand, apabila dekat biosa dilakukan dengan satu langkah kaki kanan, tatapi apabila jauh, mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri.
3. Untuk pengembalian backhand, apabila dekat bisa dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri. Tetapi , aapbila jauh mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kanan.
14. Backhand Overhead
Pukulan ini bisa dlkategorikan paling sulit, terutama bagi pemain pemula. Karena secara biomekanik teknik pukulan ini selain menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna, juga penguasaan grip dan timing yang tepat.
Tanpa ketiga hal tersebut, tenaga besar sekalipun tidak bisa menghasilkan kualitas pukulan yang baik.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Lakukan posisi slap dengan posisi raket di tangan.
2. Putar badan, dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan agak bengkok.
3. Rangkaian memukul mulai dari mengayunkan raket (siku ke dekat ketiak) dorong dengan pinggang dan siku menjadi lurus. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan.
4. Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (No.3) bisa dilakukan sambil melangkahkan kaki kanan, lalu ayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat bola dipukul.
Cara Latihan
Latih dahulu gerakan tanpa bola . Untuk mempermudah bisa digunakan alat bantu, yaitu gantuingan kok setinggi timing seorang atlit
15. Drive
Adalah pukulan cepat dan mendatar banyak digunakan dalam permaianan ganda. Tujuannya untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan. Pukulan ini menuntut ketrampilan grip, reflek yang sepat dan kekuatan pergelangan tangan. Pukulan ini akan diajarkan lebih jauh pada tahap selanjutnya.
Sebagai Dasar Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket dengan satu grip/cepat berpindah.
2. Selain kekuatan bahu, gunakan “lecutan” pergelangan pada saat bola dipukul.
Cara Latihan
1. Gunakan raket yang lebih berat atau botol berisi pasir untuk melatih kekuatan pergelangan tangan.
2. Latih reflek pukulan drive kiri/kanan ke tembok.
16. Variasi Stroke/Taktik Permainan
Setelah seorang atlit berhasil menguasai cara memegang raket, menguasai footwork, dan seluruh tekni dasar (basic stroke) dengan baik, maka selanjutnya dapat membuat variasi pukulan. Dengan kata lain, pada satu jenis posisi yang baik dapat melakukan beberapa pilihan pukulan. Misalnya pukulan overhead, selain lob dengan sedikit mengubah grip dan arah raket/putaran raket, bisa melakukan pada posisi underhand yang baik, selain melalukan netting bisa juga melakukan flick.
Penguasaan pukulan dasar dan variasi akan terasa sekali manfaatnya pada saat mulai bermain dalam game (hitungan). Berpikirlah menggunakan taktik apa agar bisa mematikan lawan dan memenangkan pertandingan. Berikit adalah beberapa tips dan taktik permainan.
Tunggal
Pada permainan tunggal, bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa:
1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola.
2. Sudah berada di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola.
3. Sebaliknya berusaha untuk cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali ke tengah. Dalam posisi ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan.
Untuk bisa melakukan ketiga hal di atas, Pemain harus memillki footwork yang teratur dan cepat. Dan gerakan-gerakan yang cepat itu bisa berlangsung untuk jangka waktu lama maka diperlukan stamina yang memadai. Karenanya, footwork yang cepat, teratur, dan stamina yang kuat menjadi faktor yang dominan diperlukan seorang pemain tunggal.
Ganda
Permainan ganda memllikl tuntutan yang agak berbeda dengan tunggal. Seorang pemain yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta power yang besar, bisa menjadi pemain ganda yang baik.
Walaupun penguasaan pukulan dasarnya sama dengan tunggal, tetapi seorang pemain tunggal yang baik belum tentu bisa menjadi pemain ganda yang baik. Karena permainan ganda memiliki jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return smash, serve, dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajlb dan harus dikuasi dengan trampll.
Dalam permainan ganda ada filosofi yang berbunyi “Siapa yang bisa menyerang lebih dahulu dia akan menang”. Filosofi Ini rata-rata dipegang oleh setiap pemain ganda. Ini terlihat dalam karakter permainan ganda sekarang ini yang menganggap bahwa pertahanan yang baik adalah dengan menyerang.
Selain itu ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus dirancang, kemudian mematikan lawan dengan pukulan hasil kerja sama.
Model, Variasi Gerak serta Penampilan
Pemain Bulutangkis Elite Indonesia
Kunggulan dan pencapaian prestasi puncak dalam olahraga bulutangkis, harus melalui proses pelatihan dalam kurun waktu lama. Aspek kontinuitas, aplikasi pelatihan yang sistematis, program pelatihan yang dirancang dengan baik, adanya dukungan sarana pelatihan yang memadai serta terciptanya suasana pelatihan yang menyenangkan, merupakan laktor-faktor pendukung yang selama ini tercipta di lembaga bulutangkis Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa contoh dan model suasana pelatihan yang menggambarkan betapa sistem pelatihan harus disikapi, dinikmati, dan disadari oleh peserta latih sebagai alat/sarana untuk mencapai prestasi puncak.
Sejarah perbulutangkisan Indonesia mencatat, banyak pemain yang memiliki ketrampilan yang baik dan satu dengan lainnya saling berbeda.
Tipe dan karakteristik serta gaya permainan Rudy Hartono, Lim Swie King, Icuk Sugiarto, Lius Pongoh, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata, Ade Chandra, Tony Gunawan, Candra Wijaya, Iie Sumirat, Ricky Soebagdja, Rexy Mainakai, Minarti Timur, Susy Susanti, dll, masing-masing kaya dengan varlasi pukulan yang berbeda. Ketrampilan itu diperoleh lewat proses pelatihan yang ketat.
“Jangan berpikir tentang hasil akhir yang dicapai, akan tetapi berpikirlah tentang proses latihan yang benar”.
Variasi pukulan dalam pembinaan bulutangkis, sarat dengan penampilan gerak yang atraktif, konsentrasi dan ketrampilan teknik yang memukau.
Sumber: “PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS”, Oleh: PB PBSI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 17, 2011 in Uncategorized