RSS

air by rean

13 Sep

Air
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Air, zat yang penting bagi kehidupan.

Air dalam tiga wujudnya, cairan di laut, es yang mengambang, dan awan di udara yang merupakan uap air.
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.[5] Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sifat-sifat kimia dan fisika
o 1.1 Elektrolisis air
o 1.2 Kelarutan (solvasi)
o 1.3 Kohesi dan adesi
 1.3.1 Tegangan permukaan
• 2 Air dalam kehidupan
o 2.1 Makhluk air
• 3 Air dan manusia
o 3.1 Air minum
o 3.2 Pelarut
• 4 Air dalam kesenian
o 4.1 Seni lukis
o 4.2 Fotografi
o 4.3 Seni tetesan air
• 5 Sains semu air
• 6 Rujukan
o 6.1 Artikel rujukan
o 6.2 Rujukan umum
o 6.3 Air sebagai sumber daya alam alami
o 6.4 Bacaan lebih lanjut
• 7 Lihat pula

[sunting] Sifat-sifat kimia dan fisika
Air

Informasi dan sifat-sifat
Nama sistematis
air
Nama alternatif aqua, dihidrogen monoksida,
Hidrogen Hidroksida
Rumus molekul
H2O
Massa molar
18.0153 g/mol
Densitas dan fase
0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C)
0.92 g/cm³ (padatan)
Titik lebur
0 °C (273.15 K) (32 °F)

Titik didih
100 °C (373.15 K) (212 °F)
Kalor jenis
4184 J/(kg•K) (cairan pada 20 °C)
Halaman data tambahan

Disclaimer and references

Artikel utama: Air (molekul)
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Tingginya konsentrasi kapur terlarut membuat warna air dari Air Terjun Havasu terlihat berwarna turquoise.
[sunting] Elektrolisis air
Artikel utama: Elektrolisis air
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat Dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.[8][9][10]
[sunting] Kelarutan (solvasi)
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat “hidrofilik” (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat “hidrofobik” (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.

Butir-butir embun menempel pada jaring laba-laba.
[sunting] Kohesi dan adesi
Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih “kekuatan tarik” pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.
Air memiliki pula sifat adesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya.
[sunting] Tegangan permukaan

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut.
Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air.
Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik — dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air — perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh V. Adrian Parsegian dari National Institute of Health.[11] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di luar sel (extracellular freezing).
[sunting] Air dalam kehidupan

Kehidupan di dalam laut.
Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.
[sunting] Makhluk air
Artikel utama: Hidrobiologi
Perairan bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.
[sunting] Air dan manusia
Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusat-pusat manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan.
[sunting] Air minum

Air yang diminum dari botol.
Artikel utama: Air minum
Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[12] Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari,[13] namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. [14] Malah terkadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.[15]
[sunting] Pelarut
Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian, lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut.
Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah.
[sunting] Air dalam kesenian

“Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa.” oleh Katsushika Hokusai, lukisan yang sering digunakan sebagai pelukisan sebuah tsunami.
Artikel utama: Air dalam kesenian
Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi obyek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan (sculpture liquid atau droplet art).[16]
[sunting] Seni lukis
Pada zaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan – sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan yang turbulensi, atau bahkan air terjun – akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan obyek-obyek air yang tenang, diam – danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood) keseluruhan dari karya seni tersebut,[17] seperti misalnya dalam Birth of Venus (1486) karya Botticelli[18] dan The Water Lilies (1897) karya Monet.[19]

Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto.
[sunting] Fotografi
Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi: mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen dalam obyek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (soft) pada permukaan air.[20]
[sunting] Seni tetesan air
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air
Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang telah mendunia.[21]
Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti halnya tampilan komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian bawah penampil.[22] Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar telah banyak dilakukan.[23][24]
[sunting] Sains semu air

Ikatan hidrogen antar molekul air yang membuatnya dapat membentuk kelompok atau klaster,
Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya,[25] yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,
Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tidak sedap dipandang mata” apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.[26]
Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial.[27][28][29][30] Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama.[31]
[sunting] Rujukan
[sunting] Artikel rujukan
1. ^ (en) Philip Ball, Water and life: Seeking the solution, Nature 436, 1084-1085 (25 August 2005) | doi:10.1038/4361084a
2. ^ (en) Water – The Essential Substance, Experimental Lakes Area, University of Manitoba
3. ^ What are the Essential Ingredients of Life?, Natural History Museum, California Academy of Sciences
4. ^ (en) Steven A Benner, Water is not an essential ingredient for Life, scientists now claim, SpaceRef.com, uplink.space.com
5. ^ (en) http://www.unep.org/vitalwater/01.htm
6. ^ (en) Peter Tyson, Life’s Little Essential, NOVA, Origins, July 2004
7. ^ (en) H.E. Msgr. Renato R. Martino, Water, an Essential Element of Life, A Contribution of the Delegation of the Holy See on the Occasion of the third World Water Forum, Kyoto, Japan, 16th-23rd March 2003
8. ^ (en) Michael Kwan, Prototype car runs 100 miles on four ounces of water as fuel, Mobile Magazine Thursday June 1, 2006 6:41 AM PDT
9. ^ (en) Fuel from “Burning Water”, KeelyNet 01/09/02
10. ^ (en) Hydrogen Technologies
11. ^ Physical Forces Organizing Biomolecules (PDF)
12. ^ Re: What percentage of the human body is composed of water? Jeffrey Utz, M.D., The MadSci Network
13. ^ Healthy Water Living. Diakses pada 1 Februari
14. ^ Lots of water ‘is little benefit’. Diakses pada 6 April 2010
15. ^ Rhoades RA, Tanner GA (2003). Medical Physiology (edisi ke-2nd ed.). Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 0781719364.
16. ^ (it) Lucio V. Mandarini, “Liquide sculture”, FotoCult, Novembre 2006, pagina 60-65
17. ^ (en) Chris Witcombe, Water in Art, H2O – The Mystery, Art, and Science of Water, art.html, 21.03.2007 13:32:20
18. ^ (en) Birth of Venus (1486), Water in art, Water Institute – Nestlé Waters M.T. 2005
19. ^ (en) The Water Lilies cycle by Monet, Water in art, Water Institute – Nestlé Waters M.T. 2005
20. ^ (id) Email Arief Setiawan kepada Nein Arimasen, Wed, 21 Mar 2007 09:04:07 +0700 (WIT). Arief Setiawan adalah seorang fotografer.
21. ^ Martin Waugh, Liquid Sculpture, 2007; video DivX
22. ^ (en) Water Droplet Art, Twiddly Bits, August 23rd, 2005 at 9:07 pm, (de) Bitfall Simulation kriegte 50% Realität, Auszeichnung für Innovation und Technik – Kunstförderpreis der Stadtwerke Halle und Leipzig, Halle, 2004
23. ^ (en) Jeep waterfall – DIY version?
24. ^ (en) Pictures and Video, Pevnick Design Inc.
25. ^ (en) Masaru Emoto, answer.com
26. ^ (en) Masaru Emoto, Message From Water, Vol.2, Hado Kyoiku Sha Co., Ltd (November 15, 2001)
27. ^ (en) Masaru Emoto, answer.com
28. ^ Stephen Lower, A gentle introduction to the structure of water, 01.01.2007
29. ^ Pseudoscience: myths, hoaxes and misunderstandings concerning water, Lenntech Water treatment & air purification Holding B.V., 27.02.2007 16:15:50
30. ^ Water Cluster Quackery — The junk science of structure-altered waters, 13.01.2007 22:17:49
31. ^ (de) Martin Frischknecht, Kristalline Emotionen, Masaru Emotos “Fröhliche Wissenschaft” mit dem Wasser, Ausgabe Nr. 63 Frühling 2002
[sunting] Rujukan umum
• (en) OA Jones, JN Lester and N Voulvoulis, Pharmaceuticals: a threat to drinking water? TRENDS in Biotechnology 23(4): 163, 2005
• (en) Franks, F (Ed), Water, A comprehensive treatise, Plenum Press, New York, 1972-1982
• (en) Property of Water and Water Steam w Thermodynamic Surface
• (en) PH Gleick and associates, The World’s Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Island Press, Washington, D.C. (published every two years, beginning in 1998.)
• (en) Marks, William E., The Holy Order of Water: Healing Earth’s Waters and Ourselves. Bell Pond Books ( a div. of Steiner Books), Great Barrington, MA, November 2001 [ISBN 0-88010-483-X]
[sunting] Air sebagai sumber daya alam alami
• (en) Gleick, Peter H.. The World’s Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Washington: Island Press. (November 10, 2006)| ISBN-13: 9781597261050]
• Postel, Sandra (1997, second edition). Last Oasis: Facing Water Scarcity. New York: Norton Press.
• (en) Anderson (1991). Water Rights: Scarce Resource Allocation, Bureaucracy, and the Environment.
• (en) Marq de Villiers (2003, revised edition). Water: The Fate of Our Most Precious Resource.
• (en) Diane Raines Ward (2002). Water Wars: Drought, Flood, Folly and the Politics of Thirst.
• (en) Miriam R. Lowi (1995). Water and Power: The Politics of a Scarce Resource in the Jordan River Basin. (Cambridge Middle East Library)
• (en) Worster, Donald (1992). Rivers of Empire: Water, Aridity, and the Growth of the American West.
• (en) Reisner, Marc (1993). Cadillac Desert: The American West and Its Disappearing Water.
• (en) Maude Barlow, Tony Clarke (2003). Blue Gold: The Fight to Stop the Corporate Theft of the World’s Water.
• (en) Vandana Shiva (2002). Water Wars: Privatization, Pollution, and Profit. ISBN 0-7453-1837-1.
• (en) Anita Roddick, et al (2004). Troubled Water: Saints, Sinners, Truth And Lies About The Global Water Crisis.
• (en) William E. Marks (2001). The Holy Order of Water: Healing Earths Waters and Ourselves.
[sunting] Bacaan lebih lanjut
• (en) J. Lobaugh and Gregory A. Voth, A quantum model for water: Equilibrium and dynamical properties, The Journal of Chemical Physics — February 8, 1997 — Volume 106, Issue 6, pp. 2400-2410 doi:10.1063/1.473151
• (en) Kyoko Watanabe and Michael L. Klein, Effective pair potentials and the properties of water, Chemical Physics Volume 131, Issues 2-3 , 15 March 1989, Pages 157-167 doi:10.1016/0301-0104(89)80166-1
• (en) Frank H. Stillinger and Aneesur Rahman, Improved simulation of liquid water by molecular dynamics, The Journal of Chemical Physics — February 15, 1974 — Volume 60, Issue 4, pp. 1545-1557 doi:10.1063/1.1681229
• (en) R. J. Speedy and C. A. Angell, Isothermal compressibility of supercooled water and evidence for a thermodynamic singularity at –45 °C, The Journal of Chemical Physics — August 1, 1976 — Volume 65, Issue 3, pp. 851-858 doi:10.1063/1.433153
[sunting] Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Air

71 % – Н2O
• Air
• Air asin
• Siklus air
• Awan
• Banjir
• Es
• Embun
• Danau
• Hidrologi
• Hujan
• Laut
• Salju
• Sungai
• Desalinasi
• Osmosis
• Osmosis terbalik

[sembunyikan]
l • b • s
Kimia m

@@@@
Oleh: Rosman Ahmad
Sumber: Dewan Kosmik – November, 1999

Kebelakangan ini makanan suplemen telah membanjiri pasaran tempatan dan antarabangsa dengan kadar yang begitu ketara sekali. Pakar kesihatan di serata dunia sering mengaitkan kesihatan dengan sistem pemakanan yang sempurna dan berkhasiat. Malah sejak lebih dari 2000 tahun dahulu Hipocrates telah menganjurkan, “jadikanlah makanan anda sebagai ubat dan ubat anda sebagai makanan.”
Secara universal, pakar-pakar perubatan dan pemakanan telah bersetuju bahawa sumber zat keperluan tubuh manusia datang daripada makanan seharian dan bukan daripada bahan-bahan suplemen. Pemakanan seharian yang seimbang adalah lebih daripada mencukupi untuk menampung segala keperluan zat tubuh kecuali seseorang itu mengalami masalah penyerapan sesuatu mineral atau vitamin pada sistem tubuh mereka.

Faktor lain biasanya ada hubung kait dengan jantina, umur dan keadaan kesihatan seseorang. Oleh itu, sebelum mengambil apa-apa vitamin atau mineral tambahan, anda perlu mendapat nasihat pakar kesihatan terlebih dahulu, terutamanya kepada wanita mengandung atau menyusukan anak, bayi, kanak-kanak, golongan tua, mereka yang menghidap penyakit kronik, perokok, kaki botol dan juga mereka yang mengambil oral kontrasepti.

Apakah Makanan Suplemen?

Makanan suplemen adalah segala bentuk makanan berkhasiat atau tidak, biasanya didapati dalam bentuk kapsul, tablet, serbuk atau sirap yang diambil sebagai makanan tambahan bagi memenuhi kekurangan zat dalam makanan harian. Hampir semua bahan suplemen yang terdapat di pasaran terdiri daripada vitamin dan mineral. Suplemen bukanlah bahan ganti kepada sumber pemakanan harian.

Suplemen dikelaskan kepada bahan nutraseutikal dan bukannya farmaseutikal seperti ubat-ubatan. Berdasarkan kepada pengkelasan inilah maka keberkesanannya tidak perlu dibuktikan melalui ujian klinikal. Ini membolehkan bahan-bahan nutraseutikal dijual secara bebas sama ada di kedai-kedai farmasi, jualan langsung dan sebagainya tanpa sebarang pengawalan sebagaimana bahan farmaseutikal walaupun sesetengahnya didakwa mempunyai khasiat yang boleh menyembuhkan pelbagai jenis penyakit.

Pengambilan suplemen perlu dilakukan mengikut peraturan yang disarankan oleh pengeluarnya. Selain itu, perlu juga diingatkan bahawa suplemen ini hanya berkhasiat kepada mereka yang betul-betul memerlukannya. Sekiranya seseorang itu mendapat sumber zat makanan yang mencukupi, bersenam, mendapat cukup rehat dan tidur, kehidupannya teratur, tidak mengalami sebarang tekanan dan bebas daripada bahan pencemaran (sama ada udara, makanan dan air), maka beliau tidak digalakkan mengambil suplemen.

Selain itu, banyak situasi lain yang perlu diambil kira dalam masalah pengambilan makanan suplemen ini. Salah satu yang penting ialah pola pemakanan masyarakat moden sekarang. Kesibukan dengan tugas seharian dan sering mengambil makanan segera menghalang mereka daripada mengamalkan pemakanan seimbang. Tambahan pula kebanyakan makanan ini ditambah dengan bahan pengawet untuk mengekalkan kesegarannya. Selain itu, faktor kesuntukkan masa untuk melakukan senaman kerana sibuk bekerja, kurang tidur dan stress di tempat kerja juga menyumbang kepada masalah ini.

Seorang dewasa yang sihat dan tidak menghidap sebarang penyakit yang disebabkan oleh kurang sesuatu vitamin atau mineral dalam pemakanan mereka boleh dianggap telah mendapat nutrisi yang mencukupi untuk dirinya. Dengan kata lain, pemakanan anda telah atau hampir mencapai tahap yang di cadangkan oleh U.S Recommended Dietary Allowance (RDA) dan Estimate Safe and Adequate Daily Intake bagi 13 vitamin dan 12 mineral yang telah dikenal pasti (kalsium, fosforus, magnesium, zat besi, zink, iodin, selenium, tembaga, mangan, kromium florida dan molibdenum).

Jumlah ini merupakan kuantiti yang digalakkan untuk kesihatan yang optimum dan bukannya keperluan asas. Sesetengah orang, terutamanya golongan wanita memerlukan suplemen zat besi semasa menstruasi. Suplemen kalsium pula perlu bagi mereka yang tidak mendapat bekalan yang mencukupi dalam pemakanan mereka terutamanya bagi mereka yang telah berusia lanjut. Setiap kali kita makan, kita akan mendapat bekalan mineral dan vitamin. Oleh itu, seseorang yang sihat boleh untuk tidak mengambil sebarang makanan sehari tanpa mengalami sebarang kekurangan vitamin atau mineral dalam tubuh mereka. Namun begitu, pemakanan yang seimbang dengan selang masa yang sesuai adalah baik untuk kesihatan yang optimum.

Apakah Pemakanan Seimbang?

Mengikut sumber terbaru dari U.S. Food and Drug Administration, makanan seimbang mestilah mengandungi:
• 6-11 hidangan daripada kumpulan roti, bijirin, pasta dan nasi.
• 3-5 hidangan dari kumpulan sayuran hijau.
• 2-4 hidangan dari kumpulan buah-buahan.
• 2-3 hidangan dari kumpulan daging, ayam, ikan, telur dan kekacang.
• 2-3 hidangan dari kumpulan hasilan tenusu iaitu susu, keju dan dadih.
• Lemak dan minyak hendaklah diambil sedikit yang mungkin.
Vitamin

Vitamin adalah bahan organik bukan kimia yang diperlukan oleh tubuh dalam kuantiti yang kecil untuk menyelenggara fungsi metabolisma yang normal. Ia tidak dihasilkan di dalam tubuh, oleh itu, ia perlu diambil dari sumber luar. Diet seimbang yang merangkumi keempat-empat kumpulan makanan (bijirin, daging, hasil tenusu, buah-buahan dan sayur-sayuran) adalah mencukupi untuk membekalkan sumber vitamin dan mineral untuk keperluan tubuh.

Vitamin terbahagi kepada dua, vitamin larut lemak dan yang larut dalam air. Vitamin larut lemak merupakan vitamin yang boleh disimpan dalam tubuh dan tidak perlu diambil setiap hari.
Vitamin Larut Air
Vitamin/Mineral Sumber Peranan Pada Tubuh Kesan
Tiamina (Vitamin B1) Biji bunga matahari, makanan dari bijirin dan kekacang kering Perlu untuk metaboliesma karbohidrat dan otot. Meningkatkan fungsi saraf dengan sempurna.
Kekurangan vitamin ini boleh menyebabkan seseorang itu sentiasa berada dalam kebimbangan, histeria, mengalami tekanan perasaan, hilang selera makan, kekejangan otot dan beri-beri yang teruk terutamanya bagi penagih alkohol. Tiada kesan lebih dos yang diketahui tetapi lebihan pada satu vitamin B boleh menyebabkan kekurangan pada vitamin B yang lain.
Riboflavin (Vitamin B2) Hati, susu, bayam, mee yang diperkaya dan kulat atau cendawan Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisma semua jenis makanan dan mengeluarkan tenaga dan sel-sel. Diperlukan oleh vitamin B6 dan niasin. Kekurangannya boleh menyebabkan pecah-pecah dan sakit pada mulut dan hidung. Begitu juga masalah kesihatan.
Niasin (Vitamin B3) – Niasin ditukarkan kepada niasimid dalam tubuh. Cendawan, kulat, ikan tuna, ayam, daging, kacang tanah, bijirin diperkaya. Diperlukan oleh enzim-enzim yang merubah makanan kepada tenaga. Membantu mengekalkan sistem perkumuhan dan saraf yang sihat. Pada dos yang tinggi ia boleh membantu mengurangkan kolesterol. (Perlu diingat, untuk mendapatkan dos yang besar perlu terlebih dahulu mendapat nasihat pakar kesihatan). Kekurangan:
Pada kes yang teruk, kekurangan vitamin ini boleh menyebabkan penyakit pelagra (sejenis penyakit kulit yang menyebabkan kulit pecah-pecah), cirit-birit dan sakit mulut.
Lebih Dos:
Ulser, masalah hati, kandungan gula dan asid urik yang tinggi dalam darah dan masalah jantung.
Asid Pantotenik (Vitamin B5) Terdapat dengan banyaknya dalam tisu-tisu haiwan dan bijirin Mengubah makanan kepada bentuk molekul. Diperlukan untuk mengeluarkan hormon adrenal dan bahan kimia yang mengatur fungsi sistem saraf. Kekurangan:
Ulser pada manusia.
Lebih dos:
Sama seperti pada vitamin B1
Piridoksin (Vitamin B6) Lemak haiwan, bayam, brokoli dan pisang Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme dan penyerapan protein dan juga metabolisme karbohidrat. Membantu membina sel darah merah dan meningkatkan fungsi sistem saraf dan otak. Kekurangan:
Anemia, bengkeng, gatal-gatal, kulit bersisik dan sawan.
Lebih dos:
Kerosakan pada sistem saraf.
Sianokobalamin (Vitamin B12) Hanya boleh didapati daripada hasilan haiwan Membina bahan genetik dan membantu pembentukan sel darah merah. Kekurangan:
Boleh menyebabkan kekurangan darah (anemia) yang membahayakan serta kerosakan saraf. (Nota: Kekurangan jarang berlaku kecuali terhadap vegetarian, golongan tua dan mereka yang mengalami masalah penyerapan makanan pada usus.
Biotin Keju, kuning telur, bunga kobis dan mentega kacang. Diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme glukos dan pembentukan sesetengah asid lemak. Kekurangan:
Masalah kulit pada bayi. Walaupun jarang berlaku pada orang dewasa, tetapi ia boleh dirangsang dengan mengambil putih telur dengan banyaknya akan menyebabkan kurang selera makan, cirit-birit, muntah-muntah dan kulit yang bersisik.
Asid Folik Sayur berdaun hijau, jus oren, daging organ dan taugeh. Penting untuk pembentukan bahan-bahan genetik dan juga metabolisme protein serta pembentukan sel-sel darah merah.
Nota: Pengambilan secara mencukupi semasa peringkat pertama kandungan boleh mengurangkan risiko kecacatan bayi. Kekurangan:
Merosakkan pembahagian sel darah merah, anemia, cirit-birit dan gangguan perut.
Lebih dos:
Sawan
Asid Askorbik (Vitamin C) Buah sitrus, strawberri, brokoli, dan lada hijau. Mengandungi antioksidan. Membantu menyatukan sel-sel tubuh dan menguatkan dinding saluran darah, mengekalkan kesihatan gusi dan membantu dalam penyerapan zat besi oleh usus.
Nota:Antioksidan dalam zat ini berkemungkinan boleh mengelakkan atau mengurangkan risiko sesetengah kanser, ia juga boleh mengurangkan kesan selsema. Otot-otot menjadi lemah, gusi berdarah, mudah lebam dan kes skurvi yang teruk.

Back

Copyright © National Poison Centre, USM 2008. All Rights Reserved

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 13, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: